Dinamika Demokrasi Pasca-Pilpres


Karena itu, implementasi  nilai demokratis dalam suatu sistem politik tidak hanya memberi kebebasan bagi setiap warga negara untuk memanfaatkan hak politiknya melainkan mereka juga dapat meningkatkan partisipasi politiknya dengan harapan proses demokratisasi dibidang sosial ekonomi dapat terealisasi. Pasalnya, apa yang menjadi agenda politik dari masing-masing Capres jelas diorientasikan pada terpenuhinya kebutuhan rakyat baik itu terkait dengan masalah pendidikan, pangan, lapangan kerja, kesehatan dan berbagai kebutuhan hidup lainnya.Selain itu, salah satu bagian dari komponen demokrasi yang kerap kali bergerak secara dinamis yaitu adanya kelompok tertentu yang pada awalnya merupakan salah satu koalisi dari sebuah partai politik lalu akan berpindah ke koalisi partai politik lain yang dinilainya bisa memberi akses terhadap kekuasaan. Dengan demikian, mungkin memang ada benarnya juga jika acapkali kita mendengar apa yang disampaikan oleh banyak orang jika dalam politik itu sepertinya tidak ada yang langgeng sifatnya melainkan semuanya akan mengalami perubahan dan ini sangat tergantung pada situasi dan kondisi yang ada.Misalnya saja, bisa jadi untuk saat ini sebuah partai politik berkoalisi dalam menghadapi suatu pertarungan politik dengan mengusung seorang calon pemimpin tetapi dalam periode berikutnya ada kemungkinan partai dalam koalisi itu akan terpecah dan berkoalisi dengan partai lain.Tentu kita tidak mengharapkan terjadinya gesekan dan benturan di antara partai politik yang ada, sebab bagaimana pun juga secara normatif partai politik memiliki tujuan dan orientasi yang sama seperti melakukan rekrutmen politik, sebagai sarana agregasi dan artikulasi kepentingan, menjadi wadah komunikasi, sosialisasi dan partisipasi politik bagi setiap warga negara serta dapat pula berfungsi sebagai sarana dalam meredam konflik.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...