Hari Ini, Kilogram Beralih Rupa


FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dalam kehidupan sehari-hari, kita melakukan pengukuran untuk berbagai keperluan, mulai dari perdagangan, industri, kesehatan, transportasi, hingga pengembangan sains. Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang dapat diterima oleh semua orang di dunia, dibutuhkan sistem pengukuran yang diakui secara internasional.Metrologi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran, kalibrasi dan akurasi di bidang industri, ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan metrologi yang berbasis pada satuan ukuran dalam Sistem Internasional Satuan (The International System of Units –SI).SI merupakan buah dari Konvensi Meter, yaitu kesepakatan antar negara pada 20 Mei 1875 untuk menciptakan suatu sistem pengukuran yang konsisten. SI menetapkan definisi untuk tujuh satuan dasar, yaitu sekon, meter, kilogram, ampere, kelvin, kandela dan mole. Untuk memperingati penandatanganan konvensi tersebut, setiap tanggal 20 Mei kemudian dinyatakan sebagai Hari Metrologi Dunia.Dalam sejarahnya, definisi untuk tiap-tiap satuan dasar tersebut pernah mengalami beberapa kali redefinisi, sejalan dengan meningkatnya sains dan juga meningkatkanya kebutuhan akan pengukuran yang lebih teliti.Hingga baru-baru ini, hanya kilogram sebagai satuan dasar massa yang masih didefinisikan berdasarkan artefak atau benda fisik, yaitu massa prototipe kilogram yang terbuat dari campuran platinum–iridium, sementara satuan dasar lainnya ditetapkan berdasarkan beberapa konstanta fisika. Namun, timbul keraguan karena diketahui bahwa prototipe kilogram tersebut telah mengalami penyusutan sejak ditetapkan sebagai standar internasional pada tahun 1889. Untuk mengatasi masalah ini, para ilmuwan di berbagai negara telah melakukan berbagai kolaborasi riset yang membuahkan definisi baru bagi kilogram serta tiga satuan lain yaitu ampere, kelvin, serta mole.

Komentar

Loading...