Jelang 22 Mei


Semakin mendekati hari pengumuman KPU, suasana semakin gaduh, gaduh yang dikonstruksi sedemikian rupa untuk menciptakan ketakutan di masyarakat. Ancaman datang silih berganti. Ada tim yang terdiri dari akademisi yang dibentuk untuk memantau siapapun yang dianggap membahayakan. Ini ibarat kaum intelektual yang dibayar untuk memata-matai rakyat.Ada yang siap meminjamkan ratusan anjing untuk menghalau peserta aksi, yang diamini oleh para pendukungnya dengan ujaran “hajar, sikat”, dan semacamnya. Saya membayangkan apakah kata serupa masih dapat diucapkannya jika ada anggota keluarganya yang diperlakukan demikian. Ada juga yang menghina dengan menawarkan rica anjing dan babi untuk bekal buka puasa bagi yang akan melakukan aksi. Orang yang biasanya adem ayem, sejak Pilpres berubah menjadi pengumpat, pencela, dan yang maha benar.Ada people power pada Pilpres 2014, Suharto dan Gus Dur dilengserkan juga karena people power, kali ini seakan barang haram. Jangankan melakukannya, mengucapkannya-pun sudah menjadi incaran karena gerakan people power dianggap sebagai makar, dan karenanya siapapun yang melakukannya harus ditangkap. Oh dear!

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...