Kalah dari Jokowi-Ma’ruf, Prabowo-Sandi Lanjut ke MK

FAJAR.CO.ID, JAKARTA--Pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mulai mengambil sikap politik baru pasca ditetapkan kalah dari petahana berdasarkan hasil rekapitulasi nasional oleh Komisi Pemilihan Umum RI (KPU). Sempat gamang mengajukan gugatan sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK), kini kubu oposisi menyatakan bersedia.

Keputusan itu diambil setelah Prabowo mengumpulkan jajaran Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Selasa (21/5). Acara tersebut juga dihadiri parpol koalisi Prabowo-Sandi.

“Menyikapi hasil dari KPU RI yang sudah mengumumkan hasil rekapitulasi nasional pada dini hari tadi, rapat hari ini memutuskan paslon 02 akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi,” kata Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad usai pertemuan di kediaman Prabowo.

Untuk itu, Dasco menyampaikan bahwa dalam beberapa hari ke depan, pihaknya menyiapkan berkas materi gugatan yang akan diajukan ke MK. Gugatan akan dilayangkan sebelum batas waktu penetapan presiden dan wakil presiden terpilih.

Dasco menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah melihat berbagai macam pertimbangan yang sangat krusial. Salah satunya mengenai perbedaan hasil suara yang signifikan dibandingkan hasil temuan internalnya.

“Kami melihat ada pertimbangan-pertimbangan. Kemudian ada hal-hal sangat krusial terutama mengenai perhitungan-perhitungan yang sangat signifikan yang bisa dibawa ke MK,” tandasnya.

Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 10 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program, dan Penyelenggaraan Pemilu, batas akhir penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara yakni pada 22 Mei. Peserta pemilu dipersilakan mengajukan gugatan sengketa pemilu ke MK paling lambat tiga hari sejak hasil rekapitulasi ditetapkan oleh KPU.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...