KAMI Institute Harap Aksi 22 Mei Sesuai Konstitusi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Komunitas Milenial Ma’ruf Amin Untuk Indonesia Institute (KAMI Indonesia Institute) mengapresiasi kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mensukseskan Pemilu, baik Pileg maupun Pilpres pada 17 April 2019 kemarin.

Jelang pengumuman pemenang Pilpres 2019, terlihat gerakan polarisasi untuk menolak hasil Pilpres yang akan ditetapkan oleh KPU pada 22 Mei besok. Direktur Eksekutif KAMI Indonesia Institute Rahmad Jabaril menuturkan, dengan selesainya proses pencoblosan untuk Pemilu serentak 2019, maka berakhir juga masa kontestasi bagi para kontestan dan simpatisan Pemilu, yang juga harus dimulainya masa-masa saling berangkulan dan berjabat tangan di antara masing-masing kubu, serta menjaga situasi yang kondusif sampai ditetapkannya pemenang Pemilu 2019.

"Mengenai hasil Pemilu baik Pemilhan Presiden, Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Dewan Perwakilan Daerah, walaupun sudah dikeluarkan nya hasil quick count dan juga dibukanya akses terhadap situng KPU RI, Kami meminta semua pihak untuk tetap menunggu proses perhitungan suara manual yang dilakukan oleh KPU-RI," kata Rahmad lewat pesan tertulisnya ke redaksi, Selasa (21/5).

Dijelaskan Rahmad, 22 Mei 2019 merupakan hari akhir dari proses penghitungan suara manual berjenjang KPU, yang pada tiga hari setelahnya (25 Mei 2019), akan segera ditetapkan sebagai hari pengumuman siapa pemenang dari Pemilu 2019. Dilanjutkannya, adanya rencana aksi massa yang akan dilakukan pada 22 Mei nanti, yang bertepatan dengan selesainya hasil penghitungan suara manual berjenjang oleh KPU RI, diharapkan berlangsung sesuai dengan konstitusi negara.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : RBA


Comment

Loading...