KPU Dinilai Lebih Kuat Hadapi Gugatan Imran Tenri Tata

Selasa, 21 Mei 2019 - 18:29 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Kisruh internal caleg Golkar di daerah pemilihan Sulsel II atau Makassar B diprediksi bakal berujung di MK. Pasalnya, caleg yang merasa dirugikan, Imran Tenri Tata masih belum puas dengan hasil putusan Bawaslu Sulsel yang memerintahkan KPU Makassar membuka DAA1 Plano Kecamatan.

Setelah DAA1 Plano itu dibuka, caleg nomor urut lima, Rahman Pina tetap unggul. Suaranya hanya berkurang 13, sedangkan Imran bertambah empat. Sedangkan selisih saat itu 288 suara.

Pengamat Kepemiluan, Mappinawang mengatakan peluang tetap ada bagi siapa pun yang menggugat ke MK, termasuk kasus Imran ini. Hanya saja, dia menilai KPU kini lebih kuat karena gugatan Imran di Bawaslu sudah dipenuhi dengan membuka kotak.

“Nanti kalau misalnya mengulangi gugatannya di Bawaslu, maka KPU Makassar bisa menunjukkan bukti bahwa apa yang dikeberatankan oleh Imran sudah dibuka kotaknya saat rekap. Sudah dihitung dan hasil penghitungannya seperti ini. Terserah MK apakah percaya atau tidak terhadap hasil penghitungan KPU Makassar itu atau tidak,” katanya, Senin (20/5).

Dia sendiri menilai dari proses yang ada KPU bisa jadi lebih kuat. Karena kotak sudah dibuka. “Maka hasil proses keberatan itulah menjadi bukti KPU ke MK bahwa itu sudah selesai. Saya kira KPU Makassar kuat itu. Kalau sesuai dengan mekanisme PKPU. KPU akan sangat bisa membuktikan sebaliknya,” jelasnya.

Imran mengaku saat ini sedang berjuang dapat diakomodir oleh partainya. Dia sudah menghadap di badan mediasi dan mahkamah partai Golkar. Pihaknya juga telah mengumpulkan bukti-bukti kuat mendukung gugatannya di MK. “Sementara proses ke MK dan mahkamah partai,” katanya.

Alasan utamanya dirinya melanjutkan gugatan ke MK, kata dia, adalah sinkronisasi saat rekap provinsi di KPU Sulsel hanya mengecek DAA1 Plano. Sementara, Plano itu kata dia, diragukan kebenarannya karena sudah berubah sebanyak tiga kali.

“Harusnya, C1 plano itu jadi pijakan dinda, tidak professionalnya penyelenggara sehingga banyaknya coretan yang terjadi. Yang ganjil knapa DAA1 plano harus dikoreksi dengan jarak waktu sehari antara koreksi suara caleg namun jumlah kebawah lupa di koreksi, besoknya baru terjadi koreksi, nah apa ini tidak mencurigakan,” katanya.

Ketua KPU Makassar, Faridl Wajdi sebelumnya menyatakan dibukanya kotak itu sebagai bukti transparansi penyelenggara. Supaya kecurigaan yang ada selama ini bisa clear. “Justru kita bersyukur sebenarnya kotak dibuka, kita lebih transparan lagi,” katanya.

Rahman Pina menilai gugatan di Bawaslu justru menguatkan dirinya sebagai pemenang. Karena setelah dihitung ulang dari DAA1 Plano tidak terjadi perubahan signifikan. Dia menyebut perubahan data yang bergeser sedikit itu yerjadi hanya karena kesalahan input semata oleh penyelenggara.

“Pastimi ada kesalahan input. Berapa ribu TPS satu dapil, uang saja kadang berulang-ulang dihitung tetap salah. Apalagi suara dan pasti semua caleg mengalami hal sama,” katanya. (rul)