Kurangi Impor Gandum melalui Ketahanan Pangan


Oleh: Dhyta Puspita S. (Mahasiswa Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB))Gandum merupakan salah satu produk pangan yang banyak di konsumsi oleh masyarakat Indonesia dalam bentuk makanan olahan.Banyak produk di pasar yang menggunakan terigu sebagai bahan baku utamanya. Terigu merupakan produk olahan dari gandum. Akan tetapi, produksi gandum dalam negeri masih sangat minim. Produksi gandum dalam negeri nyaris tidak ada dan hanya sebatas produksi uji coba dalam laboratorium. Berdasarkan keadaan tersebut, membuat Indonesia saat ini masih menggantungkan permintaan akan kebutuhan gandum melalui impor.Menurut Data Asosiasi Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) memaparkan bahwa permintaan akan impor gandum Indonesia pada tahun 2017 naik sekitar 9 persen menjadi 11,48 juta ton dari tahun sebelumnya yang pada nilainya meningkat 9,9 persen menjadi US$ 2,65 miliar. Impor gandum Indonesia terbesar berasal dari Australia, yakni mencapai 4,23 juta ton atau sekitar 37 persen dari total impor gandum di Indonesia.Hal ini diakibatkan oleh meningkatnya permintaan untuk industri makanan dalam negeri yang membuat Indonesia harus mengimpor gandum dari luar negeri untuk menutupi kebutuhan konsumsi gandum yang ada di Indonesia. Pada tahun ini kebutuhan impor gandum diperkirakan tumbuh 5 persen dari realisasi impor pada tahun 2018 sebanyak 10.09 juta ton yang sempat mengalami penurunan jumlah volume impor dari jumlah permintaan impor pada tahun 2017.

Komentar

Loading...