Polisi Tarik SPDP Kasus Makar Eggi dengan Terlapor Prabowo Subianto

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), terkait kasus dugaan makar terhadap tersangka Eggi Sudjana dengan terlapor Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sempat beredar. Surat tersebut ditujukan kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Namun, kini aparat Polda Metro Jaya telah menarik SPDP tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, nama Prabowo memang disebut dua tersangka makar yaitu Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma. Namun, untuk penerbitan SPDP dianggap belum perlu dilakukan.

“Bapak Prabowo merupakan tokoh bangsa yang harus dihormati. Dari hasil analisis penyidik bahwa belum waktunya di terbitkan SPDP, karena nama pak Prabowo hanya disebut namanya oleh tersangka Eggi Sudjana dan Lieus,” uhar Argo saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (21/5).

Proses hukum terhadap Prabowo sendiri masih dalam tahap penyelidikan, karena baru sebatas disebut dua tersangka itu. “Maka dianggap perlu dilakukan langkah penyelidikan terlebih dahulu dan belum perlu dilakukan penyidikan,” imbuh Argo.

Oleh sebab itu, maka SPDP yang telah diterbitkan diputuskan untuk ditarik. Mengingat pernyataan Eggi dan Lieus perlu didalami dengan alat bukti yang ada. “Karena perlu dilakukan cross check dengan alat bukti lain, oleh karena itu belum perlu sidik maka SPDP ditarik,” tegas Argo.

Ketika dikonfirmasi, Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Sufmi Dasco menyampaikan pihaknya telah mengkonfirmasi kebenaran surat tersebut ke Polri. Menurutnya, SPDP yang diterbitkan tersebut merupakan kasus untuk politikus PAN, Eggi Sudjana sebagai dugaan kasus makar.

“Kami sudah komunikasi dengan Polri terkait SPDP itu dan polri memang menyatakan memang SPDP itu terkait dengan status Eggi Sudjana sebagai terlapor dan yang sudah diperiksa di polda metro jaya,” kata Dasco saat ditemui di halaman kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta (21/5).

Prabowo, kata Dasco, hanya mendapatkan tembusan surat tersebut sebagai terlapor dalam surat SPDP yang dilaporkan seorang warga bernama DR Suriyanto, SH., MH., M.KN. lagi pula, pihaknya membantah bahwa Eks Danjen Kopassus tersebut telah melakukan makar.

“Kita sudah dengar bahwa itu (SPDP) sudah dicabut. Kalau dilihat lebih cermat tak ada satupun statement Pak Prabowo yang menjurus ke arah menggulingkan pemerintah yang sah,” pungkasnya.

Diketahui, beredar SPDP Eggi Sudjana dengan terlapor Prabowo Subianto dengan nomor B/9159/V/Res.1.24/2019/Datro tertanggal 17 Mei 2019. Dalam SPDP itu Polda Metro Jaya mulai melakukan penyidikan terhadap Eggi Sudjana dan terlapor lainnya Prabowo Subianto.

Surat SPDP terhadap terlapor Prabowo Subianto. (Istimewa)

Surat itu juga menyebutkan Eggi Sudjana bersama terlapor lainnya, yaitu Prabowo diduga melakukan tindak pidana makar yang terjadi pada 17 April 2019 di Jalan Kertanegara Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam salinan, dugaan makar yang dituduhkan kepada Prabowo selaku terlapor dibuat pada 19 April lalu. Lantas, penyidik Polda Metro Jaya menerbitkan SPDP pada 17 Mei.

SPDP ini terkait perkara tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara/makar dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat dan atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar berlebihan atau yang tidak lengkap, sebagaimana dimaksud dalam pasal 107 KUHP dan atau pasal 110 KUHP Jo. pasal 87 KUHP dan atau pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau pasal 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana, diketahui terjadi pada tanggal 17 April 2019 di Jl Kertangera, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan atau tempat lainnya. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...