Rektor Sebut Peminat Maba Unismuh Makassar Meningkat 300 Persen

Selasa, 21 Mei 2019 - 10:03 WIB
IST

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Peminat maba Unismuh Makassar 2019 mengalami peningkatan yang cukup luar biasa karena mencapai 300 persen. Angka itu jika bandingan data pada perioede waktu saat ini dengan waktu yang sama di tahun 2018.

Di tahun yang sama Mei 2018, maba yang sudah diterima baru sekitar 100 orang, per 20 Mei 2019, maba yang sudah diterima mencapai 330 orang dari 424 camaba yang mendaftar.

Demikian penegasan Rektor Unismuh Makassar, Prof Dr Abdul Rahman Rahim SE MM, didampingi Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Unismuh Makassar 2019, Dr Bahrun Amin MPd, saat meninjau suasana sekretariat penerimaan maba, Senin (20/5/2019).

Prof Rahman Rahim pada kesempatan itu menyaksikan dari dekat kesiapan panitia menyambut dan melayani calon mahasiswa yang datang mendaftar.

Kepada panitia profesor pertama dosen yayasan Unismuh Makassar, berpesan untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada calon mahasiswa, agar memberi kesan dan citra yang positif.

Ada menarik dari penerimaan mahasiswa baru 2019, kata Prof Rahman Rahim, calon mahasiswa baru yang mendaftar lebih awal bisa menghemat biaya sumbangan pembangunan (SPP) yang cukup pantastis.

Misalnya di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, pendaftar di awal pada gelombang pertama (28 Februari – 24 Mei 2019) bisa menghemat biaya pembayaran sumbangan pembangunan sekitar Rp80 juta dari total pembayaran Rp330 juta.

Berbeda pembayarannya ketika calon mahasiswa baru mendaftar di gelombang kedua (25 Mei – 6 Juli 2019), hanya bisa menghemat biaya SPP sekitar Rp40 juta dari total pembayaran SPP Rp330 juta.

Sedangkan yang baru mendaftar pada gelombang ketiga atau terakhir (27 Juli – 6 September 2019), mereka bayar full biaya SPP sebesar Rp330 juta.

Bahrun Amin menambahkan, pihak panitia menyiapkan tiga gelombang penerimaan mahasiswa baru 2019.

Gelombang pertama dimulai 28 Februari-24 Mei 2019, gelombang kedua dibuka 25 Mei-6 Juli 2019 dan gelombang ketiga dimulai 27 Juli-6 September 2019. (rls)