Tolak People Power, Bupati Ajak Masyarakat Guyub Rukun Bangun Demak

Selasa, 21 Mei 2019 - 20:18 WIB

FAJAR.CO.ID, DEMAK – Pasca penetapan rekapitulasi suara secara nasional oleh KPU RI, sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Demak menyatakan bahwa proses Pemilu tahun 2019 berlangsung secara jujur, adil, transparan dan demokratis.

Elemen masyarakat yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, partai politik dan ormas itu juga deklarasi menolak ajakan gerakan people power ataupun gerakan lainnya yang melawan hukum.

Deklarasi yang berlangsung di Pendopo Demak itu dihadiri oleh Bupati Demak M Natsir, Wabup Demak Joko Sutanto, Sekda Demak Singgih Setyono, Ketua DPRD Demak Nurul Muttaqien, Wakil Ketua DPRD Demak Fahrudin Bisri Slamet, Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar, Dandim 0716 Demak Letkol Infantri Abi Kusnianto, Ketua KPU Demak Bambang Setyabudi serta Ketua Bawaslu Demak Khoirul Saleh.

Menurut Bupati Demak, M Natsir, pasca Pemilu 2019 Kabupaten Demak tetap kondusif, aman, sejuk dan damai, tanpa ada gesekan maupun gejolak apapun.

“Mari kita rajut guyub rukun. Guyub rukun baik apa tidak?” tanya Bupati Natsir, Selasa (21/5/2019) sore.

“Baik. Demak cinta damai,” jawab hadirin kompak.

Bupati Natsir mengajak seluruh masyarakat Demak agar
tidak usah terprovokasi ajakan untuk ikut aksi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Akan tetapi masyarakat Demak yang dikenal religius ini tetap menjaga guyub rukun untuk bersama-sama membangun Demak.

“Demak tetap aman dan damai. Ndak usah ikut-ikutan, lebih baik mari bangun Demak bareng-bareng,” ujarnya.

Setelah acara deklarasi tolak gerakan people power, acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil, doa dan buka bersama. (*/yon)