AS-Tiongkok Perang Dagang, JK: Tugas Berat Jokowi-Ma’ruf di Sektor Ekonomi

Rabu, 22 Mei 2019 - 13:38 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin sebagai pemenang pilpres. Kendati keputusan tersebut digugat kubu Prabowo-Sandi, rencana pembangunan tetap harus dijalankan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan, tugas berat untuk Jokowi-Ma’ruf berada di sektor ekonomi. Terutama terkait dengan perang dagang antara Amerika dan Tiongkok.

JK mengatakan, Jokowi-Ma’ruf dan kabinet baru akan menghadapi tantangan besar di bidang ekonomi. “Ekonomi itu masalah pokok,” katanya.

Sebab, persoalan ekonomi menjadi bagian dari harapan masyarakat yang harus direspons. Selain itu, sektor ekonomi berhubungan dengan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

JK menjelaskan, perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok harus disikapi serius. Sebab, perang dagang tersebut menimbulkan tantangan-tantangan baru sekaligus menciptakan peluang ekonomi. Dia menekankan, tantangan itu harus dihadapi dengan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Kemudian, menarik investasi sebanyak-banyaknya, menggenjot ekspor, dan menekan inflasi serendah-rendahnya.

“Ini pekerjaan berat. Bukan mudah. Tetapi, semua negara mengalaminya,” tutur dia.

Sementara itu, kemarin siang Jokowi-Ma’ruf menyampaikan pidato kemenangan di Kampung Deret, Johar Baru, Jakarta. Kampung tersebut merupakan kawasan kumuh yang masuk program penataan Jokowi saat menjabat gubernur DKI Jakarta. Dalam pidato Jokowi mengatakan, pelaksanaan pemilu yang damai menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sudah dewasa dalam berpolitik dan bernegara. “Kita telah dewasa dalam menjaga perdamaian, dewasa dalam mengelola perbedaan-perbedaan, dan dewasa menjaga dan memperkukuh persatuan,” ujar dia.

Jokowi juga menegaskan bahwa dirinya bukan hanya pemimpin bagi masyarakat yang mendukungnya, melainkan seluruh lapisan masyarakat.

“Kami adalah pemimpin dan pengayom 100 persen rakyat Indonesia. Kami akan berjuang keras demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bagi 100 persen rakyat Indonesia,” terangnya.

Disinggung soal hubungannya dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Jokowi berjanji melakukan komunikasi lebih lanjut. Hal itu dia inginkan sejak coblosan 17 April lalu. Hanya, kesempatan tersebut belum tiba hingga kemarin. “Mungkin belum ketemu waktunya. Tapi, yang jelas, kita ingin terus bersahabat, bersilaturahmi dengan Pak Prabowo, Pak Sandiaga Uno, dan seluruh pendukung,” lanjut dia.

Bertemu Jokowi, Begini Pesan SBY yang Disampaikan AHY

Sementara itu, para ketua umum partai politik pengusung Jokowi-Ma’ruf secara bergiliran berkunjung ke Istana Merdeka, Jakarta, sejak sore hingga tadi malam. Masing-masing diterima secara khusus oleh Jokowi. (jp)