Caleg Petahana Golkar Dapil Luwu Raya Mengadu ke Bawaslu


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Caleg petahana Golkar dapil XI yang meliputi Luwu Raya, Marthen Rantetondok, bersama tim hukumnya mendatangi Bawaslu Sulsel, Selasa 21 Mei. Dia melaporkan adanya dugaan penggelembungan suara yang dilakukan dua caleg terpilih, Taqwa Muller dan Hatta Marakarma.Marthen Rantetondok menyebut dugaan pelanggaran penggelembungan itu terjadi di Luwu Timur. Penggelembungan suara itu, dituding sebagai sebab dia tak lagi bisa melenggang ke DPRD Sulsel untuk periode selanjutnya.Sebab, suaranya hanya menempati urutan ke tiga terbanyak di Dapilnya. Sementara, dua Caleg Golkar di Dapil itu, masing-masing Taqwa Muller dan Hatta Marakarma dipastikan melenggang ke DPRD Sulsel. Usai mengunci suara terbanyak pertama dan kedua.”Saya melaporkan kejadian yang ada di Dapil XI. Setelah saya mencermati perolehan suara, ada kejanggalan. Terjadi, pelanggaran yang dilakukan penyelenggara Pemilu. Di satu TPS di situ ada Caleg yang mendapat suara fiktif. Di mana suaranya di TPS 0 tapi saat rekap kecamatan ada suaranya 5,” kata Marthen yang ditemui di Kantor Bawaslu Sulsel, Jl AP Pettarani.Dugaan pelanggara itu kata Marthen massif terjadi di kecamatan Malili dan Nuha, Towuti, hingga Burau. Menurut Marthen ini merupaka pelanggaran yang Terstruktur, Sistematis, dan Massif (TSM). Hal itu berdasarkan bukti yang ada.Tak hanya mengadu ke Bawaslu Sulsel, Marthen juga akan terbang ke Jakarta hari ini, Rabu 22 Mei. Ia rencananya akan melakukan konsultasi ke Mahkamah Partai Golkar untuk selanjutnya dilanjutkan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Komentar

Loading...