Capres Tak Bisa Dipidana, SPDP Prabowo Bukti Polisi Jadi Alat Kekuasaan


Namun, ketika ramai diberitakan, Polda Metro Jaya menarik SPDP tersebut dengan alasan belum saatnya diterbitkan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan SPDP yang dikirimkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta itu, belum saatnya diterbitkan. Sebab, masih perlu dilakukan penyelidikan terlebih dahulu.”Kami belum melakukan penyelidikan asal mulanya, yakni keterangan para tersangka (kasus makar), itu masih diproses di deputi yang lain, makanya SPDP itu kita tarik,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/5).Argo mengatakan SPDP tersebut muncul dari keterangan tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma saat diperiksa.”Artinya itu hanya kata dari para tersangka yang menyebut nama. Jadi kita perlu lakukan penyelidikan terlebih dahulu keterangan tersebut. Maka SPDP yang ada tersebut kita tarik. Atau belum waktunya atau tidak saatnya dan tidak perlu memberi SPDP saat ini,” ucap Argo.Argo menyampaikan penyidik masih perlu melakukan penyelidikan lebih mendalam mengenai keterangan Eggi dan Lieus itu dengan melakukan cek silang keterangan mereka dengan alat bukti lain.Baca Juga: Polisi Tarik SPDP Kasus Makar Eggi dengan Terlapor Prabowo Subianto“Namun yang ditarik SPDP-nya Pak Prabowo saja, yang lain tetap dalam proses,” katanya.Menanggapi hal tersebut, Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, mengatakan ucapan Prabowo Subianto tidak bisa dipidana. Berdasarkan Undang-Undang, calon presiden tak dapat dipidanakan.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...