Kericuhan Kembali Pecah di Depan Kantor Bawaslu

Rabu, 22 Mei 2019 - 19:58 WIB
Ricuh lagi

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Kericuhan kembali pecah di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI di Jalan MH Thamrin Jakarta, Rabu (22/5) malam. Kejadian bermula ketika mobil komanda mengarahkan massa untuk membubarkan diri setelah salat magrib berjamaah.

Terlihat sebagian massa mulai melemparkan botol air mineral kepada petugas. Melihat indikasi kerusuhan Orator di atas mobil komando mulai menenangkan massa. Namun sejumlah massa masih ada yang tak menghiraukannya.

“Hei satu komando, awas disusupi provokator,” ujar salah satu orator di mobil komanda.

Seruan tersebut nyatanya tak dihiraukan. Masa terus melakukan pelemparan botol mineral. Selain itu terlihat adapula botol kaca ikut terbang.

Bukan hanya itu, suara ledakan ringan seperti petasan mulai terdengar. Tak lama asap gas air mata mulai tercium dan membuat pedih pandangan. Kembang api pun ikut terlihat terlontar di atas kerumunan massa.

Dari kejauhan juga terlihat ada api menyala di jalur Transjakarta depan Menara Cakrawala. Namun tidak terlihat jelas penyebab api tersebut muncul. Sementara orator di mobil komando terus berusaha meredakan massa.

Sedangkan aparat keamanan mulai membuat barikade pertahanan. Pasukan pemukul mundur sudah siap di baris terdepan. Disusul pasukan penembak gas air mata di belakangnya. Mobil water canon juga sudah disiagakan. Namun belum ada pergerakan berarti dari petugas untuk membubarkan massa.

Akibat kericuhan ini terlihat ada 1 orang yang mengalami luka di bagian kepala hingga berdarah. Korban sudah dibawa oleh petugas untuk mendapat pertolongan pertama.

Sampai berita ini diterbitkan, lemparan botol dari arah massa sudah berhenti. Massa terlihat masih mengibarkan bendera merah putih, dan bendera lainnya, diiringi dengan lagu Indonesia Raya. Sedangkan aparat kemanan mash tetap bersiaga dalam formasi barisan.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan dan Dandim 0501/JP Jakarta Pusat Letkol TNI Inf Wahyu Yudhayana sempat membujuk massa aksi 22 Mei untuk tidak berbuat kericuhan. Dia meminta korlap dan ustad untuk mengatur massa untuk tidak melakukan aksi anarkis. “Para korlap tolong dibantu, pak Ustad tolong kami. Jangan berbuat anarkis teman-teman,” kata Harry Kurniawan. (jpc)