KPU dan Bawaslu: Tempuh Jalur Konstitusi Jika Ada Kecurangan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA--Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan hasil rekapitulasi terkait Pilpres 2019. Dari hasil penghitungan suara tersebut, pasangan Capres-Cawapres 01 Joko Widodo- Ma’ruf Amin unggul dari rival politiknya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Fritz Edward Siregar mengatakan, setiap proses pemilu memiliki tahapannya masing-masing. Sehingga tahapan penghitungan suara telah selesai termasuk pemungutan, penghitungan, dan rekapitulasinya.

“UU telah memberikan jalurnya apabila ada komplain yang diajukan oleh masyarakat. Jadi sebagai bagian dari masyarakat dan sebagai bagian dari peserta pemilu ya kita harus patuh kepada komitmen pemilu yang sudah kita sepakati bersama-sama,” ujar Fritz saat dihubungi, Rabu(22/5).

Bawaslu juga mengimbau untuk menjaga ketertiban. Boleh menyampaikan aspirasinya. Namun tetap harus mematuhi peraturan-peraturan yang ada.

“Dengan peraturan UU, ataupun membuat orang lain terganggu dan mengganggu hak orang lain, maka ada aturan yang mengatur hal tersebut,” ungkapnya.

‎Terpisah, Komisioner KPU, Viryan Aziz mengatakan pihaknya tetap bekerja seperti biasa dengan melanjutkan tahapan-tahapan Pemilu yang masih belum diselesaikan.

‎”KPU tetap bekerja seperti biasa, melanjutkan tahapan pemilu. Dalam susana orang yang tidak kerja saja KPU tetap bekerja, apalagi ini pada saat jam kerja,” katanya.

Sementara, aksi massa yang dilakukan pada hari ini (22/5). Viryan mengatakan menghormati apa yang dilakukan oleh masyarakat. Namun semuanya harus sesuai dengan koridor yang ada. Misalnya ada keberatan Pemilu 2019. Maka melakukan banding ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...