Nuzululquran, Jokowi: Komitmen Manusia di Bumi bukan Merusak

Rabu, 22 Mei 2019 - 08:30 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Jokowi menyebut peringatan Nuzululquran Tahun 1440 H/2019, memiliki makna berlipat ganda bagi bangsa Indonesia. Tak hanya konteks keagamaan, namun makna kebangsaan yang besar. Bukan cuma meningkatkan pemahaman, namun amalkan persatuan bangsa sebagai bagian dari iman.

Selain itu, kata Jokowi, melalui peringatan Nuzululquran, umat bisa menggali banyak inspirasi untuk meneguhkan persatuan bangsa, menahan ego kelompok dan golongan, serta memperkuat semangat kebangsaan.

Demikian disampaikan Jokowi dalam sambutan saat peringatan Nuzululquran Tahun 1440 H di Istana Negara, Jakarta, Selasa malam (21/5). Saat itu, hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla, para pimpinan lembaga tinggi negara, menteri kabinet, dubes negara sahabat, serta alim ulama.

“Melalui peringatan Nuzululquran kita teguhkan komitmen manusia di muka bumi untuk menciptakan kebaikan dan tidak membuat kerusakan. Membangun tatanan sosial yang rukun, damai, dan tingkatkan kesejahteraan,” ucap Jokowi.

Dia menyebutkan, kenabian Rasulullah antara lain dibuktikan dengan kemampuan dan keberhasilan dalam membangun tatanan sosial baru yang menyatukan suku-suku Arab menjadi bangsa besar dan menyatukan seluruh ummat Islam dalam ikatan iman yang sama.

Demikian halnya ketika pendiri bangsa ini merintis peringatan Nuzululquran dengan menyelaraskan semangat keagamaan dan kebangsaan. Bahkan, Bung Karno mentradisikan peringatan malam diturunkannya Alquran di Istana.

“Ini adalah masukan dari ulama sebagai rasa syukur anugerah kemerdekaan dari Allah kepada Indonesia. Tradisi Nuzululquran di Istana ini atas nasihat para ulama kita,” kata mantan Wali Kota Solo itu.

Dia menambahkan, dengan peringatan Nuzululquran kali ini, bangsa Indonesia juga sedang memperingati warisan para pendiri negara yang menyelaraskan keragaman dalam bingkai keberagaman yang tertuang dalam Pancasila.

Politikus Hanura Ini Persoalkan Tim Hukum Wiranto

“Saya yakin dengan menjalani tuntunan Alquran dan kenabian Rasul dan mengambil inspirasi pendahulu, Insyaallah Indonesia akan terus bersatu rukun dan damai. Indonesia menjadi lebih baik, adil dan makmur sejahtera. Indonesia akan menjadi negeri yang Baldatun Tayyibatun Warrobun Ghafurr,” tandasnya.

Tausyiah pada peringatan Nuzululquran di Istana Negara disampaikan oleh TGB Zainul Majdi. Dia mengusung tema dakwah tentang “Kebersamaan dalam keberagaman perspektif Alquran”. (jpnn)