Pemeliharaan Jalan Ruas Provinsi di Wajo Dinilai Serampangan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Pemeliharaan jalan rusak di sepanjang poros Impa-Impa ke Anabanua di Wajo sudah dilakukan. Hanya saja, pengerjaannya tidak maksimal. Material berhamburan di ruas provinsi ini.

Anggota Komisi III DPRD Wajo, Baso Oddang, menyayangkan pengerjaan pemeliharaan dari pemerintah terkait dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel. Terhamburnya material itu disebut akibat tidak maksimalnya pemadatan yang dilakukan.

“Kalau terkelupas seperti itu, artinya tidak maksimal pemeliharaannya. Jadi perlu dipadatkan kembali,” tegas pria yang akrab disapa BAO ini.

Kondisi tersebut, dinilainya dapat merugikan pengendara yang melintas. Utamanya kendaraan roda dua. Terlebih kendaraan akan meningkatkan dalam waktu dekat ini.

“Nanti kan mau arus mudik lebaran Idul Fitri. Pasti kendaraan bakal padat di ruas provinsi tersebut. Kalau material berhamburan, bisa mencelakakan penggunaan jalan,” kritikannya.

Sebelum arus mudik nanti, ia pun menghimbau agar Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, kembali turun kejalan memaksimalkan kembali pemeliharaan jalan ruas provinsi itu.

Sebelumnya, Warga Desa Tonralipue Kecamatan Tanasitolo Lukman mengatakan, jalan poros Impa-Impa – Anabanua yang menghubungkan Kecamatan Tanasitolo dan Maniangpajo itu, mulai diperbaiki sejak pekan ketiga di bulan Mei ini.

“Tidak cukup sebulan setelah dikerja rusak lagi. Pasir Batu (Sirtu) yang dipakai memperbaiki jalan rusak, keluar kembali dan berhamburan,” ucapnya saat ditemui di lokasi, Selasa, 21 Mei 2019, kemarin.

Selain tak maksimalnya pemeliharaan di poros Impa-Impa – Anabanua tersebut. Kata dia, tak semua jalan yang rusak diruas provinsi ini dikerjakan oleh pemerintah.

“Yang diperbaiki cuma jalan rusak parah. Sementara lubang kecil tidak ditutup, padahal banyak,” tuturnya. (ADV: Humas dan Protokoler DPRD Wajo)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...