Penyidik Temukan Kerugian Negara Pengadaan Buku TK

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Dugaan adanya tindak pidana korupsi pengadaan buku di tingkat Taman Kanak-kanak (TK) makin kuat. Polres Bone menemukan adanya kerugian negara.

Hal tersebut disampaikan langsung Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadrislam. Dia menjelaskan, pihaknya terus mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi itu.

“Penyidik kita masih terus bekerja, sekarang kita tinggal menunggu ekspos dari BPKP, setelah itu kita akan tahu kapan dilakukan gelar perkara,” kata Kadarislam, saat ditemui di Mapolres Bone.

Dia menambahkan, pihaknya sudah memiliki gambaran besaran kerugian negara. Hanya saja, Kadarislam tetap akan menunggu hasil ekspos dari BPKP, untuk memastikan jumlah kerugian negara.

“Hitungan kasarnya ada (kerugian negara, red) kita sudah ada gambaran besaran kerugian negara, tetapi kita tunggu hasil BPKP dulu. Karena yang tentukan itu BPKP nanti tinggal dibandingkan dengan temuan penyidik kita,” ungkapnya.

Senada, Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Muh Pahrun, juga menyampaikan dari hasil pemeriksaan sejumlah pihak, termasuk 500 lebih kepala sekolah TK, rekanan dan lainnya, pihaknya meyakini bahwa dalam kegiatan pengadaan buku TK itu ada hal yang tidak sesuai sehingga merugikan negara.

“Anggota saya sudah ke BPKP ekspos untuk memohon audit investigasi, dan hasilnya itu lah kita tunggu dulu, tetapi kerugian negara itu ada,” beber Iptu Muh Pahrun.

Dia juga mengungkapkan, uang negara yang diduga disalahgunakan bersumber dari APBN tahun 2017 dan 2018 berupa anggaran untuk pengadaan buku. Untuk 2017 Rp13 miliar lebih, sedangkan 2018 Rp14 miliar.

Sekadar diketahui, pengadaan buku tersebut ditangani oleh Bidang PAUD dan Dikmas (Dulu bidang PLS), Dinas Pendidikan Bone. Pihak sekolah hanya membayar sesuai kuitansi yang disodorkan pihak bidang PAUD dan Dikmas. (bay)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment