Viralkan Ancaman ke Kapolri, MSN Ditangkap Polisi

Rabu, 22 Mei 2019 - 19:08 WIB

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Penyidik Polda Metro Jaya mengamankan seorang pria yang diduga menyebarkan undangan provokasi lewat aplikasi WhatsApp untuk menyerang Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu (22/5). Pria bernama Mukhamad Seto Ansyurulloh (MSN), 29, memviralkan ancaman pesan berantai itu lewat media sosial WhatsApp.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan pelaku melakukan ancaman kepada Kapolri Jendral Tito Karnavian dan Kabareskrim Komjen Idham Azis. “Yang ditujukan mengancam keselamatan pada tanggal 22 Mei 2019 dengan target ancaman terhadap Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia,” kata Argo Yuwono, Rabu (22/5).

Diketahui, pesan WhatsApp itu sendiri berbunyi ‘UNDANGAN PENGEBOMAN KANTOR BARESKRIM MENGUNDANG SELURUH MUJAHID UNTUK MEMBAWA BOM MOLOTOV UNTUK DILEMPAR KE GEDUNG BARESKRIM POLRI PADA TANGGAL 22 MEI 2019, TARGET UTAMA YANG HARUS DIBUNUH: 1. KAPOLRI TITO, 2. KABARESKRIM IDAM AZIZ, bismillah, Allah ada di belakang antum2 sekalian’. Pesan pun disertai foto.

Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah ini disebut ditangkap karena menampung massa yang hendak aksi 22 Mei. Namun dengan tegas hal ini dibantah polisi. Polisi telag mengantongi bukti pelaku menyebarkan pesan provokatif itu. Dimana bukti pesan lewat aplikasi WhatsApp tersebut sudah diprint sebagai barang bukti. “Bukan karena menampung peserta unras (unjuk rasa),” ujarnya.

Pada polisi pria tersebut mengaku merupakan oknum anggota (FPI) Front Pembela Islam. Pria itu juga mengaku alumni panitia 212 tahun 2018. Pelaku akan dikenakan Pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45A ayat (2) Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik; dan atau pasal 12A ayat 1 Undang-Undang No. 5 Tahun 2018 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-Undang. (JPC)