Dia Menangis Tiap Kali Baca Fatihah


Alquran membuat hati Tata terketuk. Acap kali membaca fatihah ia tersentuh dan kadang menangis. Ia dahulu merupakan anak muda yang tak tahu arah. Lupa akan agama dan kewajibannya. Padahal, Tata hidup dalam lingkungan keluarga yang kental dengan nilai agama.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Ia selalu mengejar kepuasaan dunia. Apa yang didapatkannya tak pernah ia rasa cukup. Bahkan, ia pun juga pernah menekuni bekerja sebagai penagih utang. Gaji yang didapatkannya pun banyak.Namun, di balik itu ada orang yang harus ia sakiti karena proses penagihannya terkadang harus menggunakan kekerasan. Lalu perlahan, ia mulai merasa jenuh.Hidupnya tidak tenang. Tata kemudian mencoba untuk melaksanaan salat, dari salat ia merasa nyaman. Bahkan, tiap kali membaca fatihah, air matanya menetes.Tata dikenal sebagai sosok yang sulit mengontrol emosi. Namun, setelah berhijrah, pengalaman dan kajian yang didapatkannya membuatnya belajar untuk menjadi lebih sabar. Ia sadar bahwa apa yang dikerjakannya tak akan membantunya di akhirat kelak. Meski begitu, dalam perjalanan hijrahnya tak mudah. Tata mengalami kesulitan ekonomi.Tata mencoba bekerja dengan menjadi pemulung. Kemudian menjadi kuli bangunan hingga ia menetap bekerja sebagai penyapu jalan. Menyapu dari subuh hari hingga menuju matahari terbit. Ia tahu gaji dari bekerja sebagai penyapu jalan tidak cukup, tetapi ia belajar bersyukur.Tata kini bangga mampu memberikan hasil jerih payahnya kepada orang tuanya dari hasil yang halal.Tata selalu yakin tiap orang sudah diberikan rezeki masing-masing dari Allah Awt. Apa yang hilang, maka itu bukanlah menjadi rezekinya.

Usai berhijrah. Tata kini fokus untuk bergabung di Project Dakwah. Organisasi ini bergerak untuk menyebarkan dakwah kepada masyarakat.

Menyebarkan Dakwah

Komentar

Loading...