Dulu Dibully Tempat Jin Buang Anak, Kawasan Hertasning Makin Memikat untuk Hunian


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pertumbuhan Kota Makassar yang begitu cepat dalam 10 tahun berakhir. Hal ini membuat wilayah pusat kota menjadi sangat padat. Wajar kalau harga lahan meningkat tajam mengakibatkan harga hunian pun melambung.Seperti kota-kota lain, secara alamiah Kota Makassar juga berkembang ke arah pinggiran, kemudian daerah-daerah pinggiran tersebut menjadi pusat perumbuhan baru.Di Makassar, salah satu wilayah yang sedang berkembang adalah Hertasning, khususnya Hertasning Baru yang merupakan jalur utama Mamminasata yang menghubungkan Kota Makassar, Kabupaten Maros, Gowa, dan Takalar yang kini menjadi jalur strategis mendukung pertumbuhan ekonomi regional.Wilayah baru ini bisa dikategorikan sebagai sunrise property, yaitu lokasi yang berkembang dengan kenaikan nilai properti tinggi, dan prospektif sebagai investasi. Biasanya ditandai dengan perkembangan perumahan dan area komersial secara masif.Menurut Engeline Suyanto, Project Manager CitraLand Celebes Makassar, kawasan Hertasning Baru ini sangat potensial sebagai lokasi bisnis perumahan karena letaknya yang sangat strategis dan ramai. Sepuluh – lima belas tahun lalu daerah ini terkesan sangat jauh dari kota, bahkan masih berupa rawa-rawa.Dahulu, kata Engeline, kawasan Hertasning Baru dianggap tidak prospektif, bahkan “di-bully” sebagai “tempat jin buang anak”.Sekarang orang yang berpendapat demikian harus gigit jari, karena  Hertasning Baru kini sudah menjadi kawasan emas yang dipenuhi perumahan-perumahan dari perumahan menengah bawah, sehingga perumahan mewah, dengan harga lahan yang terus naik.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...