Harapan Imran Amin Syam Bertahan di DPRD Sulsel Pupus

Kamis, 23 Mei 2019 - 18:20 WIB

*) Tak diberikan rekomendasi ke MK

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Caleg incumbent DPRD Sulsel dari Partai Golkar Imran Tenri Tata Amin tidak mampu mempertahankan kursinya. 

Upaya gugatan yang akan dilayangkan ke MK lebih awal tertahan di Mahkamah Partai Golkar.

Sebagai informasi, aturan di Golkar mengharuskan setiap Caleg untuk mengajukan dulu permohonan gugatan ke Mahkamah Partai Golkar. Jika dikabulkan, maka gugatan tersebut bisa berlanjut ke Mahkamah Konstitusi (MK) lewat rekomendasi yang dikeluarkan. 

Mahkamah Partai yang diketuai Anggota DPR RI, Adies Kadir telah menyelesaikan rapat permusyawaratan.

Hasilnya, permohonan Imran yang terigister dengan nomor 64/PI/-GOLKAR/V/2019 dengan mendudukkan termohon caleg Golkar yakni Rahman Pina tidak dapat direkomendasikan lanjut ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

“Iya, benar,” singkat Ketua Mahkamah Partai Golkar, Adies Kadir kepada FAJAR, Kamis, 23 Mei.

Penolakan tersebut juga dikuatkan dengan tandatangan oleh Adies Kadir sebagai ketua, ditambah enam anggotanya di lembaran terakhir.

Persoalan Imran Amin Syam dengan Rahman Pina sebenarnya sudah muncul saat rekapitulasi pemungutan suara di KPU Sulsel. Hasilnya pembukaan sejumlah kotak suara dilakukan, namun tetap hasilnya sama dengan rekapitulasi di tingkat KPU Kota Makassar yang menempatkan Rahman Pina peraih suara terbanyak.

Imran sebelumnya beralasan, dirinya melanjutkan gugatan ke MK, adalah sinkronisasi saat rekap Provinsi di KPU Sulsel yang hanya mengecek DAA1 Plano. Sementara, Plano itu kata dia, diragukan kebenarannya karena sudah berubah sebanyak tiga kali.

Selain menolak gugatan Imran Amin Syam, Mahkamah Partai Golkar juga menolak gugatan Marthen Rante Tondok atas termohon Hatta Marakarma. Begitu juga gugatan M Yasir dan Rismayani atas termohon caleg DPR RI, Supriansa SH untuk DPR RI dapil Sulsel II. (taq)