Risiko Kematian Tinggi, 1.646 Nelayan Lutra Belum Dapat Asuransi

Kamis, 23 Mei 2019 - 09:36 WIB
ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MASAMBA — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara belum mengasuransikan sebanyak 1.646 orang nelayan. Nelayan tangkap yang belum dapat asuransi tersebar di daerah pesisir dan kapasitas perahu di bawah 10 gross tonnage (GT).

Kepala Dinas Perikanan Luwu Utara, Muharwan, mengatakan, jumlah nelayan tangkap di Luwu Utara mencapai 3.800 orang lebih. ”Nelayan yang diasuransikan tahun ini hanya 150 jiwa dan tahun lalu mencapai 190 orang,” kata Muharwan kepada FAJAR.

Dia menjelaskan selama dua tahun nelayan dapat premi asuransi pusat mencapai 2.154 orang. Sementara 1.646 orang yang belum dapat asuransi masih diperjuangkan di pusat.

Premi sebanyak Rp175 ribu per orang dari Kementerian Perikanan dan Kelautan ditangani Asuransi Jasindo. Artinya, seluruh bantuan premi bagi nelayan sekali bayar mencapai Rp376 juta.

Dominan nelayan yang diasuransikan ini dibawah garis kemiskinan. Selain itu, mereka juga terlebih dahulu mendapat kartu nelayan yang kini berubah menjadinkarti usaha kelautan dan perikanan. Hanya saya saja, nelayan budidaya tidak dapat bantuan asuransi. Mereka juga wajib memiliKi tanda daftar perusahaan nelayan. Risiko kematian nelayan sangat tinggi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Luwu, Andi Fatillah mengatakan akan memberikan asuransi kepada 700 nelayan di tahun anggaran 2019 ini.

Sejak program Kementerian Kelautan dan Perikanan berjalan melalui Dirjen Perikanan Tangkap, sudah ada beberapa nelayan di Kabupaten Luwu yang diberi asuransi. Seperti nelayan di Cimpu dan Balambang yang meninggal akibat kecelakaan laut.

“Alhamdulillah tahun 2019 ini kita kembali mendapat kuota sebanyak 700. Sehingga akhir tahun 2019 nanti kita targetkan dari 4.319 nelayan di Luwu sudah 3.304 yang terdaftar dalam kepesertaan asuransi nelayan baik tanggungan pemerintah mau pun jalur mandiri,” sebut Andi Fatillah.

Di tahun 2017 lalu, kata dia, sedikitnya 2.389 nelayan telah mendapatkan asuransi. Dan di tahun 2018 bertambah 129 jiwa, sehingga totalnya mencapai 2.518 jiwa.

Selain kepesertaan asuransi yang menjadi tanggungan pemerintah, di Kabupaten Luwu juga ada sebanyak 86 nelayan yang tingkat ekonominya bagus ikut dalam kepesertaan asuransi melalui jalur mandiri.

“Sisanya sekitar 1.015 orang akan kita usulkan kembali tahun 2020 nanti. Kartu asuransi nelayan ini sangat penting karena setiap nelayan yang mengalami kecelakaan dan meninggal karena pekerjaan sebagai nelayan akan mendapat santunan asuransi,” ucap Andi Fatillah. (shd)