Risiko Kematian Tinggi, 1.646 Nelayan Lutra Belum Dapat Asuransi

FAJAR.CO.ID, MASAMBA -- Pemerintah Kabupaten Luwu Utara belum mengasuransikan sebanyak 1.646 orang nelayan. Nelayan tangkap yang belum dapat asuransi tersebar di daerah pesisir dan kapasitas perahu di bawah 10 gross tonnage (GT).

Kepala Dinas Perikanan Luwu Utara, Muharwan, mengatakan, jumlah nelayan tangkap di Luwu Utara mencapai 3.800 orang lebih. ''Nelayan yang diasuransikan tahun ini hanya 150 jiwa dan tahun lalu mencapai 190 orang,'' kata Muharwan kepada FAJAR.

Dia menjelaskan selama dua tahun nelayan dapat premi asuransi pusat mencapai 2.154 orang. Sementara 1.646 orang yang belum dapat asuransi masih diperjuangkan di pusat.

Premi sebanyak Rp175 ribu per orang dari Kementerian Perikanan dan Kelautan ditangani Asuransi Jasindo. Artinya, seluruh bantuan premi bagi nelayan sekali bayar mencapai Rp376 juta.

Dominan nelayan yang diasuransikan ini dibawah garis kemiskinan. Selain itu, mereka juga terlebih dahulu mendapat kartu nelayan yang kini berubah menjadinkarti usaha kelautan dan perikanan. Hanya saya saja, nelayan budidaya tidak dapat bantuan asuransi. Mereka juga wajib memiliKi tanda daftar perusahaan nelayan. Risiko kematian nelayan sangat tinggi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Luwu, Andi Fatillah mengatakan akan memberikan asuransi kepada 700 nelayan di tahun anggaran 2019 ini.

Sejak program Kementerian Kelautan dan Perikanan berjalan melalui Dirjen Perikanan Tangkap, sudah ada beberapa nelayan di Kabupaten Luwu yang diberi asuransi. Seperti nelayan di Cimpu dan Balambang yang meninggal akibat kecelakaan laut.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...