Rusuh 22 Mei Tewaskan Enam Orang, PB-HMI Desak Kapolri Dicopot

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sebanyak enak warga sipil dipastikan tewas pada rusuh 22 Mei kemarin. Dua dari enam korban meninggal dipastikan kena peluru tajam, yang diduga berasal dari aparat kepolisian.

Menanggapi kejadian ini, Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) Fauzi Marasabessy mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencopot Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian selaku penanggung-jawab atas rusuh pada, 22 Mei kemarin.

“Menuntut presiden untuk mencopot kapolri RI karena dianggap tidak mampu menjaga keamanan nasional pasca pilpres,” kata Fauzi lewat pesan tertulisnya ke redaksi, Rabu (23/5).

Selain itu, kata Fauzi, kasus penembakan yang menewaskan enam warga ini harus diusut tuntas. “Mengusut tuntas penembakan terhadap warga, hingga meninggalnya 6 orang,” desaknya.

Dikatakan mantan Ketua Umum HMI Cabang Ambon ini, mahasiswa se-Indonesia harus turut serta berperan aktif dalam menegakan demokrasi yang jujur dan adil. “Mengajak seluruh mahasiswa se-Indonesia untuk turut serta berperan aktif menegakan demokrasi di indonesia,” ajaknya.

Fauzi juga menyarankan agar, masyarakat untuk mentaati hukum pasca Pilpres. “Ini demi kepentingan keamanan nasional secara bersama-sama,” harapnya. (RGR/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment