Wisata Religi di Raodhatul Muflihin, Masjid Megah di Pangkep 

0 Komentar

Nyaman untuk Para Musafir

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Posisinya tepat di pinggir jalan Trans-Sulawesi. Jemaahnya para pengguna jalan. Dominan. Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) pernah dijuluki sebagai kabupaten religi. Banyak masjid di daerah penghasil ikan bandeng ini. Penyebaran Islam pertama kali dilakukan di wilayah kepulauan Pangkep. Di sana banyak masjid besar dan memiliki sejarah tersendiri. Para pedagang yang masuk melalui jalur laut membawanya.

Lambat laun, para pedagang mulai mendirikan masjid di tepi jalan Trans-Sulawesi. Tujuannya untuk para musafir yang hendak beribadah. Salah satunya, Masjid Raodhatul Muflihin.

Masjid megah itu terletak di Kampung Sanrangan, Kelurahan Bonto Perak, Kecamatan Pangkajene, Pangkep. Tepat di perbatasan Pangkajene. Setiap hari, ratusan kendaraan parkir, milik jemaah yang mampir. Kebanyakan musafir.

Parkirannya luas sehingga pengendara motor dan mobil merasa nyaman mampir untuk salat. Ada pula yang sekadar mampir istirahat. Deretan pepohonan yang tumbuh di tepi masjid ikut memberi warna.

Masjid ini baru rampung lima tahun lalu. Menjadi masjid termegah di Pangkep. Ada dua menaranya. Kubah masjid dibangun dengan warna bermotif cokelat tua dan muda.

Ruang wudu disiapkan di sebelah kanan gerbang masuk. Terpisah antara laki-laki dan perempuan. Kaca jendela masijid diukir dengan kaligrafi. Menyerap arsitektur Timur Tengah.

Melangkahkan kaki ke dalam, udara sejuk menyambut. Ada empat AC ukuran besar di sudut, plus 12 di dinding. Betul-betul adem untuk beribadah. Pada malam hari, cahaya aneka warna juga lumayan memikat.

Karpet merah menghiasi seluruh bagian dalam masjid. Dinding dalam dipadukan hiasan corak emas. Tidak ada tiang penyangga di bagian tengah. Kesan luas sangat terasa.

Mimbar dibuat menjulang dengan belasan anak tangga. Lapisan kayu jati dengan ukiran kaligrafi menghiasi.

“Ini awalnya masjid jemaah di kampung sini, tetapi kebanyakan mereka pergi merantau. (Saat) pulang, mereka bantu bangun masjid,” beber pengurus Masjid Raodhatul Muflihin, Ihzan, pekan lalu.

Awal pembangunannya dari donasi pengusaha di Kota Makassar. “Tidak hanya itu, Perhimpunan Pengusaha Sop Saudara Pangkep juga turut ambil bagian dalam pembangunan masjid ini,” sambungnya.

Warna abu-abu kecokelatan mendominasi. Pemilihan warna ini dengan alasan agar warna tidak pudar oleh terik matahari dan hujan. “Mayoritas jemaah adalah musafir,” katanya. (*/rif-zuk)

Laporan: SAKINAH FITRIANTI

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment