Ambulans Gerindra Terkait Keponakan Prabowo

Jumat, 24 Mei 2019 - 09:16 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Polda Metro Jaya terus mendalami ambulans berlogo Partai Gerindra, yang mengangkut batu untuk perusuh demo di sekitar Bawaslu, Jakarta Pusat pada Selasa lalu (21/5). Saat ini penyidik masih memeriksa lima orang tersangka yang terdiri sopir dan kru ambulans tersebut.

Berdasar pemeriksaan, terungkap kelima orang yang terkait ambulans itu bukan tenaga medis. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, kelima orang yang ditangkap itu juga tak memiliki kemampuan penanganan kesehatan.

“Mereka tak punya kemampuan medis. Saat diminta menunjukkan peralatan medis, yang ada hanya batu,” kata Argo kepada wartawan, Kamis (23/5).

Selain itu, petugas juga menemukan uang sebesar Rp1,2 juta. Menurut Argo, uang itu untuk operasional kelima orang tersebut selama di Jakarta.

Argo menjelaskan, asal uang dari ketua DPC Gerinda Tasikmalaya. Polisi juga sudah mengetahui pemilik ambulans yang ternyata PT Arsari Pratama.

PT Arsari Pratama merupakan perusahaan milik legislator Gerindra, Aryo Djojohadikusumo. Seperti diketahui, Aryo adalah putra pengusaha Hashim Djojohadikusumo yang tak lain adik Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

TKN Minta BPN Tak Mobilisasi Massa ke MK, Rizal Mallarangeng: Bukannya Kami Takut

“Ya nanti (Aryo, red) akan dipanggil sebagai saksi. Penyidik akan mengagendakan,” sebut dia.

Sebelumnya polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka berkaitan ambulans yang memasok batu untuk perusuh itu. Tiga orang tersangka dari Tasikmalaya, yakni Y (sopir), serta I dan O yang tercatat sebagai pengurus Gerindra.

Adapun dua tersangka lainnya adalah HS dan SGC. Kedua tersangka itu dari Riau. (jpnn)