Diperiksa Polisi, Amien Rais Tunjukkan Buku “Jokowi People Power”

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Saat ingin diperiksa sebagai saksi, Amien membawa buku bertuliskan “Jokowi People Power”. Namun, belum diketahui isi buku tersebut.

Dia hanya menjawab singkat pertanyaan wartawan saat menunjukan buku tersebut. “Ini belum ada berita. Orang belum apa-apa,” kata Amien Rais di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/5).

Dalam kesempatan itu, Amien mengaku keluar ruang penyidik bukan karena pemeriksaan sudah rampung. Hal itu dia lakukan karena dia mau menunaikan ibadah salat Jumat. Nantinya, lanjut Amien usai salat barulah pemeriksaan dilanjut kembali. “Mau salat dulu. Salat lebih penting,” katanya

Diketahui, penyidik Polda Metro Jaya kembali memanggil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais ke Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/5). Amien Rais akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan makar tersangka Eggi Sudjana.

Amien Rais tampak sudah hadir di Mapolda Metro Jaya pada pukul 10.00 WIB. Dia tampak dikawal beberapa orang. Saat pemeriksaan, Amien Rais terlihat memakai baju kemeja berwarna biru. Panggilan ini merupakan panggilan kedua terhadap Amien. Dirinya mengaku sehat untuk menjalani pemeriksaan. “(Kondisi saat ini) sangat sehat,” ujar Amien.

Amien berjanji akan memberikan keterangan secara lengkap setelah pemeriksaan selesai. “Nanti saya kasih press conference yang mantap, tenang aja,” tutur Amien.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan pemanggilan Amien Rais adalah sebagai saksi kasus makar dengan tersangka Eggi Sudjana. “Agendanya memang seperti itu (pemanggilan Amien Rais),” kata Argo saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/5).

Eks Dirut Pertamina Dituntut 15 Tahun

Diketahui, polisi telah menetapkan Eggi Sudjana sebagai tersangka dengan Pasal 107 KUHP dan/atau Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

Sebelumnya, Eggi Sudjana dilaporkan sejumlah orang atas tuduhan makar ke polisi. Eggi dilaporkan setelah dalam sebuah pidato menyerukan ‘people power’ di depan rumah Kertanegara, menyusul adanya hasil suara Pilpres 2019 versi quick count yang memenangkan paslon 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar