Kasus Pengadaan Buku, Polres Bone Sebut Kerugian Negara Capai Rp5 Miliar

Jumat, 24 Mei 2019 - 10:51 WIB
Kapolres Bone, AKBP Kadarislam Kasim.

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Kasus pengadaan buku panduan TK di Kabupaten Bone kini masih terus bergulir, meski belum ada tersangka namun polres Bone menyebut, kegiatan tersebut telah menimbulkan kerugian negara Rp5 Miliar. Hal tersebut dsamoaikan langsung  Kapolres Bone, AKBP Kadarislam Kasim.

Dia  mengatakan untuk lebih memastikan jumlah kerugian negara masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Provinsi Sul-sel.

Namun dari hasil penyelidikan, kerugian negara ditaksir mencapai Rp5 miliar. “Untuk kerugian kita masih menunggu hasil dari pemeriksaan BPK. Tapi kira kira nilainya seperti itu. Pastinya tetap tunggu BPKP,” kata Kadarislam Kasim.

Oknum pegawai Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Kabupaten Bone diduga terlibat pelanggaran mark-up pada pengadaan buku panduan Taman Kanak-kanak (TK) pada tahun anggaran 2017 dan 2018 senilai Rp27 miliar.

Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Muh Pahrun mengatakan sebanyak 508 kepala TK telah dimintai keterangannya, termasuk enam oknum pegawai PLS yang diduga terlibat mark-up pada kasus tersebut.

“Dimana pemerintah pusat menyalurkan anggaran melalui APBN untuk kepentingan Pendidikan Usia Dini (PAUD), yang mana dalam aturan tersebut pihak sekolah (TK) diberikan kewenangan untuk pengelolaan anggaran tersebut,” kata Pahrun.

Karena adanya perbuatan sepihak  dilakukan oleh oknum pegawai PLS, di mana seharusnya pihak sekolah diberikan kewenangan untuk mengelola anggaran tersebut sesuai peruntukan Pendidikan Usia Dini (PAUD).

“Namun, pada tahun 2017 oleh pihak PLS mengkoordinir pihak sekolah untuk mengadakan buku, dengan memasang harga satuan Rp20.000, sementara seharusnya harga satuannya Rp5.200,” ungkapnya.

“Selanjutnya, pada tahun 2018 juga dianggarkan oleh pemerintah sebanyak Rp14 miliar. Namun, oleh pihak PLS juga memainkan harga Rp.17.500 persatuannya, dimana seharusnya harga satuan Rp.5.200,” lanjut Kasat Reskrim. (bay)