Perburuan Telur Penyu Marak Lagi di Tanjung Buku

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, POLMAN — Perburuan telur penyu di Tanjung Buku, Desa Buku, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman kembali marak.

Padahal Penyu termasuk satwa yang dilindungi. Itu sesuai undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Aktivitas perburuan marak dilakukan saat malam hari. Pemburu telur Penyu mengincar telur-telur penyu sepanjang pesisir Tanjung Buku, Polman. Para Pemburu ini memburu dengan tujuan diperjualkanbelikan.

Salah satu pemerhati Penyu, Ayub Kai menyebutkan, sebagian besar masyarakat sudah tahu kalau satwa tersebut dilindungi, tetapi masih saja mengambil telur Penyu. Mirisnya, diperdagangkan atau dikonsumsi.

Ayub yang tiga tahun terakhir giat melakukan upaya penyelamatan telur Penyu mengaku kewalahan karena warga belum sadar pentingnya Penyu dilindungi.

“Hanya sebagian kecil yang bisa diselamatkan. Itupun kalau memang saya yang temukan lebih dulu sarang telur Penyunya,” ujarnya, Kamis, 23 Mei.

Dia berharap ada tindakan tegas dari pemerintah agar aktivitas perburuan telur Penyu dihentikan. “Belum ada upaya serius yang dilakukan baik pemerintah desa terlebih pemerintah Kabupaten dalam hal ini DKP. Ini khusus di desa Buku,” ungkapnya.

Meski DKP Kabupaten Polewali Mandar sebelumnya pernah sekali turun lapangan untuk patroli dan memberi peringatan terhadap pemburu telur penyu, akan tetapi di lapangan, tetap marak. “Sekarang marak lagi,” tuturnya. (ham)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment