Soal Gugatan Kadir Halid dan Arfandy Idris, Begini Penjelasan Golkar Sulsel


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Dua gugatan  caleg Golkar Sulsel ke Mahkamah Konstitusi (MK) terjadi usai rekapitulasi KPU Sulsel. Dua-duanya menggugat kolega atas dugaan pelanggaran pemilu.Masing-masing yang menggugat adalah Kadir Halid dengan termohon Andi Deby dan Arfandy Idris dengan termohon Ince LangkePada saat Rekapitulasi di KPU tingkat Provinsi Sulsel Partai Golkar mengajukan DC2 termasuk Dapil Makassar A tentang Keberadaan Kecamatan Sangkarang yang masuk dalam Dapil Makassar B yang kami anggap tidak sesuai dengan SK KPU terkait penetapan Dapil, inilah salah satu obyek yang di mohonkan kepada MK oleh Pemohon termasuk DC2 untuk kabupaten SelayarKadir Halid yang  merupakan petahana yang kembali maju di Makassar dapil A bersama Andy Deby. Namun dalam praktik di lapangan selama kampanye diduga Andi Deby melakukan dugaan money politik untuk mendongkak suaranya ini dibuktikan dengan adanya Laporan Masyarakat ke bawaslu yang dibuktikan dengan beberapa rekaman vidio yang di jadikan barang buktiAndi Deby berdasarkan rekapitulasi KPU dipastikan lolos ke DPRD mengalahkan suara Kadir Halid masih tercatat petahana DPRD Sulsel.Juru Bicara Golkar Sulsel, M Risman Pasigai (MRP), di Makassar, Jumat, 24 Mei mengatakan, gugatan sesama caleg ke MK merupakan hak konstitusional dan disetujui oleh mahkamah partai jika itu sesuai aturan.”Karena merupakan hak konstitusional caleg dan gugatannya sesuai koridor yang ada, maka mahkamah partai memberikan rekomendasi untuk diajukan ke MK. Artinya, keinginan Pak Kadir Halid dan Arfandy Idris menggugat ke MK sudah sesuai aturan berdasarkan putusan mahkamah partai,” jelas Risman yang akrab disapa MRP ini.

Komentar

Loading...