Tagar #DiskualifikasiJokowi dan #JokowiPelanggarHAM Jadi Trending Topic

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Korban rusuh 22 Mei makin bertambah. Tercatat sudah delapan orang meninggal dunia dan 200-an orang mengalami luka, pasca aksi demonstrasi di depan kantor Bawaslu-RI di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

Dari delapan korban meninggal itu, dua dipastikan terkena tembakan peluru tajam yang diduga berasal dari senjata aparat kepolisian. Tak hanya korban meninggal, korban luka akibat pukulan dan gad air maga dari aparat kepolisian pun makin bertambah.

Atas kejadian tersebut, tak sedikit praktisi hukum dan organisasi kemahasiswaan mendesak agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menkopolhukam Wiranto dicopot dari habatan mereka, karena gagal menjaga kindusifitas keamanan hingga terjadi korban meninggal dunia.

Selain itu, kejadian ini pula membuat masyarakat Indonesia mendesak Bawaslu-RI untuk mendiskualifikasi Jokowi dari Pemilu 2019. Seruan diskualifikasi tersebut digemakan di medua sosial twitter sejak Kamis (24/5) dini hari.

Tanda pagar atau tagar #DiskualifikasiJokowi sudah menembus angka 197 ribu tweet, dan menjadi tranding topic nasional. Selain tagar ini, masyarakat juga menyuarakan Jokowi sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) lewat tagar yang sama di twittet.

Tagar #JokowipelanggarHAM menjadi trending topic kelima di twitter dengan jumlah 1.268 tweet.

Diketahui, aksi demostrasi yang dilakukan oleh masyarakat ini tak lepas dari pengumuman hasil Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 21 Mei dini hari yang memenangkan pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin dengan perolehan suara 55,50 persen, dan Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno 44.50 persen. (RGR/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...