Ada 120 Laporan, Dominan Perkara Tanah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ombudsman RI untuk Sulsel menerima sekitar 120 laporan masyarakat. 50 persen diantaranya merupakan permasalahan tanah.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Ombudsman RI untuk Sulsel, Subhan Djoer usai menjadi narasumber pada Workshop Pelayanan Publik di Hotel D’Maleo, yang berlangsung 21-23 Mei.

Subhan menjelaskan, semua laporan masyarakat ditangani serius oleh Ombudsman RI. Berbagai persoalan pelayanan publik, ditangani pihaknya. Tercatat, tahun 2018 ada 367 laporan yang masuk. 60 persen selesai dan 40 menyeberang tahun 2019.

“Paling banyak laporan mengenai masalah tanah, terkait kepemilikan tanah atau penerbitan sertifikat. Jumlahnya sekitar 50 persen,” kata Subhan, kemarin.

“Kemudian masalah pendidikan sekitar 30 persen, terkait DO, skorsing, hingga pungli yang terjadi, lalu masalah di perbankan 10 persen mengenai sengketa kredit, lelang agunan, hingga sertifikat yang dijaminkan kemudian ditahan oleh bank,” sambungnya.

Lanjut, 10 persen laporan lainnya berkenaan tentang aparat kepolisian terkait ketidak jelasan tindak lanjut dari laporan masyarakat, hingga masalah penyalahgunaan kewenangan.

Olehnya itu, Subhan mengajak masyarakat agar mematuhi dan memenuhi ketentuan sebagaimana dipersyaratkan dalam standar pelayanan.

“Berpartisipasi aktif dan mematuhi peraturan yang terkait dengan penyelenggaraan pelayanan publik,” tuturnya. (smd)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...