Diperiksa Sebagai Saksi, Amien Rais : Maksudnya Bukan Mau Ganti Rezim


FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais telah usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya sebagai saksi untuk tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana.Pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum berjalan selama kurang lebih 10 jam. Amien mengaku dicecar 37 pertanyaan oleh penyidik. Seluruhnya terkait pengerahan atau gerakan massa (people power).Ditanya penyidik, Amien mengatakan, people power tidak ada kaitannya dengan upaya menjatuhkan pemerintah atau menurunkan Presiden.“People power itu enteng-entengan. Jadi, bukan seperti people power yang mau mengganti rezim atau menjatuhkan presiden. Sama sekali bukan,” kata Amien di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Jumat (24/5).Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu menjelaskan, gerakan massa atau people power dilindungi undang-undang. Akan tetapi, gerakan tersebut tidak merugikan negara maupun menimbulkan kehancuran.“Saya mengatakan people power itu konstitusional, demokratis dan dijamin oleh HAM. Gerakan rakyat yang sampai menimbulkan kerugian, bentrok, atau kehancuran bagi negara itu jelas enggak boleh,” kata Amien.Sementara itu, kuasa hukum Amien Rais, Ahmad Yani mengatakan, kliennya saat dimintai keterangan juga sempat menjelaskan sejarah people power berdasarkan pengalamannya. “Pak Amien menjelaskan sejarah people power di kita, mulai peralihan kekuasaan orde lama, orde baru, reformasi,” sambung Ahmad.Ahmad menuturkan, literasi ilmu politik banyak sekali yang menbahas istilah people power. Amien, katanya, memastikan hal itu bukan semata-mata berarti mengganti rezim.

Komentar

Loading...