Arfandy Menggugat ke MK, Ince Langke: Yang Digugat Harusnya Nurdin Halid dan Ketum Golkar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Caleg DPRD Sulsel peraih suara terbanyak dari dapil IV Ince Langke mulau angkat bicara terkait dirinya dijadikan sebagai termohon oleh gugatan dari rekannya sesama caleg, Arfandy Idris.

Diketahui, Arfandy Idris sudah resmi mengajukan permohonan sengketa Pemilu 2019 ke MK, pada Kamis, 24 Mei. Permohonan ini dikuasakan kepada pengacaranya, Aliyas Ismail dan Frengky Richard Meskaraeng.

Dalam permohonannya, ada dua duduk perkara yang diajukan. Pertama, Ince Langke sudah dipecat sebagai anggota Golkar pada 20 Agustus 2010 berdasarkan Keputusan DPP Nomor: KEP-82/DPP/Golkar/VII/2010.

Keputusan DPP itu diperkuat dengan putusan MA Nomor 103/K/Pdt.Sus-Parpol/2013. Berdasarkan hal tersebut, maka Ince Langke dianggap tidak memenuhi syarat untuk menjadi anggota DPRD Sulsel dari Partai Golkar. 

Perkara kedua, perolehan suara Ince Langke pada Pemilu 2019 diduga dipalsukan dan perubahan data hasil suara pada C1 yang sebanyak 2.697.

Oleh karena itu, Arfandy bermohon agar MK mendiskualifikasi caleg Ince Langke karena telah diberhentikan keanggotaannya dari Partai Golkar dan menetapkan pemohon sebagai caleg terpilih dari dapil IV.

Sekadar diketahui, Golkar mendapat satu kursi di Dapil IV DPRD Sulsel. Kursi itu milik Ince Langke dengan meraih suara terbanyak 9.957. Perolehan itu terpaut cukup tipis dengan Arfandy yang meraih 9.117.

Ince Langke mengaku siap menghadapi gugatan tersebut. Soal pernah dipecat di Partai Golkar, ia membenarkan. Namun pada saat 2017 ia dikembalikan kembali sebagai kader. 

“Saya siap (hadapi gugatan di MK). Jadi soal pemecatan, memang pernah dipecat yakni pada 2010. Tetapi pada saat 2017 saya kembali jadi anggota baru di Partai Golkar, itu diteken Ketua Umum Golkar (Airlangga) dan menempati salah satu Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel,” ungkapnya, Minggu, 26 Mei.

Ia pun sangat tidak mengerti mengapa status kekaderannya di Partai Golkar dipersoalkan kembali. “Apakah karena saya sudah menang sampai dikasih begini. Kenapa bukan dari awal dipersoalkan,” katanya.

“Seandainya saya tidak di Golkar lagi, berarti saya tidak bisa menjadi caleg saat itu. Inikan tidak fair kalau seperti ini,” tambahnya lagi.

Sehingga kata dia, gugatan tersebut sangat jelas kalau yang menggugat ini sangat ambisius dan bernafsu dapat kursi di DPRD dengan cara mudah. 

“Lucu juga saya rasa ini gugatan. Seharusnya yang digugat adalah Ketua DPD I Golkar (Nurdin Halid) dan Pak Airlangga (Ketum Golkar) yang menerima saya kembali jadi anggota Golkar dan mengesahkan sebagai pengurus,” tutup Ince Langke. (taq)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...