Cerita Puasa dari Changsa, Sulitnya Salat Berjemaah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR —China menjadi salah satu negara yang hampir tidak mungkin merasakan susana Ramadan di sana. Utamanya di Kota Changsa, umat muslim bahkan harus beribadah sendiri-sendiri.

Sulfiani tahun ini menjalankan ibadah puasa di Changsa. Ia melanjutkan studi di Changsa Medical University. Sulfiani cukup senang karena tinggal satu asrama dengan mahasiswa asal Indonesia lainnya.

Namun, Sulfian dan rekannya yang muslim tetap melaksanakan ibadah salat di rumah atau kamar masing-masing. Pemerintah setempat melarang salat berjamaah atau melaksanakan salat di masjid. Kebetulan juga, jarak asrama Sulfiani ke masjid adalah dua jam perjalanan.

Perbedaan begitu jelas saat berpuasa di Indonesia dan Changsa, China. Di Indonesia warga muslim bisa mendengarkan azan langsung dari masjid. Sementara di Changsa, Sulfiani hanya bisa melihat waktu imsak dan magrib melalu aplikasi di gawainya. “Kalau di Changsa berpuasa dari pukul 04:07 dan berbuka 19:21,” ungkapnya.

Sulfiani masih menyukai menua-menu khas Indonesia. Ia sering berbuka bersama rekannya sesama mulsim dengan pisang ijo. Namun, bahan-bahan yang digunakan semua dibawa langsung dari Indonesia, karena akan cukup sulit mendapatkan bahan-bahannya di Changsa.

Untuk makanan berat, Sulfiani memasak sendiri makanannya. Namun, bila tidak memiliki waktu banyak, Ia memilih makan di restoran Tionghoa muslim yakni Lanzhou Lamian.

Di Changsa ada organisasi Persatuan Pelajar Indonesia Tiongkok Changsa. Mereka sering berkumpul untuk sekadar silaturahmi dan makan malam bersama. Terkadang mereka juga diundang oleh Duta Besar RI di Tiongkok untuk datang dan menyantap makanan khas Indonesia.

Bagi mahasiswa muslim di Changsa, disibukkan dengan kegiatan perkuliahan yang begitu padat. Sehingga, waktu untuk berwisata sulit didapatkan.

Sulviani melanjutkan studi di Changsa Medical University, China

Dari Kota ke Kota

Waktu libur tak disia-sialan Sulfiani. Ia memilih menjelajah dari satu kota ke kota lainnya.

Sulfiani sejak dahulu menang hobi dengan travelling. Bagi yang memiliki hobi sama dengannya bisa mengunjungi Beijing yang ditempuh selama 19 jam dari Changsa menggunakan kereta.

Di Beijing ada beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi. Salah satunya, Istana Musim Panas. Pengunjung bisa berkeliling istana dan melihat banyak bukit-bukit hijau, di tanah seluasa300 hektare. Adapula The Great Wall atau Tembok Besar Cina. Salah satu keajaiban dunia ini memiliki panjang hingga 8.800 km.

Bagi yang ingin ke kota lain, bisa mengunjungi di Guangzhou. Dari Changsa hanya delapan jam dengan kereta. Di Guangzhou ada beberapa lokasi yang bisa dikunjungi di antaranya Canton Tower atau Menara Canton. Menara ini berlokasi dekat dengan kawasan Chigang Pagoda, Distrik Haizhu. Atau mengunjungi Temple of Six Banyan Trees yang merupakan salah satu kuil yang ada di Guangzhou.

Kemudian ada Kota Tianjin. Untuk ke sana butuh waktu dua jam dengan pesawat. Di Tianjin ada salah satu tempat menarik yaitu Eye of Tianjin yang merupakan salah satu Kincir Angin Raksasa yang dibangun di atas Sungai Hai Tianjin, China. (ind/dni)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...