Dari Bahan Tak Berdaya Menjadi Hasil yang Memberdayakan


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Sekilas memori awal merintis Saffanah cake. Niat awal untuk membuatkan cemilan kesukaan anak, biar menghemat pengeluaran di tengah situasi kesulitan ekonomi yang luar biasa menghimpit, karena tumpukan utang piutang yang begitu banyak.Martabak minipun tersaji yang diaduk dengan cinta dan sayang untuk buah hati tersayang, akhirnya menjadi pembuka ide dan awal pintu reski Allah yang luar biasa. Martabak mini yang awalnya dibuatkan untuk anak, tapi justru anak timbul kreatif diotaknya menjual sama teman-temannya. Lalu Anak berlari memberi tau bunda, bahwa kue martabak mininya dijual sama temannya dan temannya sangat suka.Hindari Gratifikasi, ASN Dilarang Terima Paket LebaranOtak bisnis pun terbuka lebar.Langsung esoknya beli terigu 3 kg dan telur 1 rak dan bikin martabak mini lagi untuk dijual. Itulah awal Saffanah Cake berdiri. Berjalan terus melihat keadaan. Banyak hambatan karena tak punya dasar ilmu tentang kue-kue apalagi roti. Tapi belajar terus….berinovasi terus. Buka internet atau cari buku-buku resep dan Alhamdulillaah akhirnya menjelmalah Saffanah Cake yang awal hanya dengan bahan 3 kg terigu sehari ,sekarang sudah menjadi kurang lebih 30 zak sehari. (rls/*)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...