Pilih Senam yang Berbasis Gerakan Salat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR —Puasa bukanlah menjadi alasan untuk meninggalkan olahraga. Bagi yang tidak mampu dan telah lanjut usia, bisa memilih senam berbasis gerakan salat.

Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar, Prof Dr dr M Nadjib Bustan MPH menuturkan, seperti namanya senam ini menggunakan teknik gerakan salat. Dimulai dari geraka takbir, rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud hingga melakukan takbir kembali. Gerakan ini bisa dilakukan di mana saja. Dilakukan setiap saat setelah salat. “Bisa sehabis salat lakukan senam ini 10-15 menit. Kalau salat kan kita fokus untuk beribadah kalau senam ini memang untuk kebugaran,” ujarnya.

Melakukan gerakan senam ini bisa mendapatkan berbagai manfaat utamanya bagi lansia. Seperti mencegah osteoporosis, memperkuat tulang belakang, dan melemaskan otot.

Aktivitas salat juga sebagai bagian dari berolahraga, karena tubuh terus bergerak. Namun, bagi kawula muda yang masih memiliki tubuh fit bisa ditambah dengan olahraga lainnya yang lebih membakar kalori dalam tubuh.

Ketika tak sempat berolahraga juga tak masalah. Sebab, kata nadjib, saat tarawih pun tubuh telah melakukan aktivitas olahraga. Sehingga, setidaknya ada kalori yang terbakar di malam hari sehabis berbuka.

Sementara itu, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Dr Andi Asrina SKM MKes menuturkan tak hanya permasalahan berolahraga. Tubuh juga membutuhkan istirahat cukup agar tetap fit dalam menjalani kegiatan seharian. Tidur yang tidak cukup akan membuat tubuh membuat pikiran tidak berkonsentrasi dan menjadi lelah.

Sebaiknya jadikan olahraga sebagai aktivitas rutin untuk mendapatkan hasil maksimal. Rutin melakukannya minimal tiga kali seminggu dengan olahraga-olahraga ringan.

Lakukan Sore Hari

Bagi yang tetap ingin berolahraga di waktu puasa tidak menjadi masalah. Namun, pilih waktu olahraga di Sore hari.

Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar, Prof Dr dr M Nadjib Bustan MPH mengatakan, para atlet melakukan olahraga kapan saja dan di mana saja sesuai kondisi. Khusus yang berpuasa, waktu pelatihan dilakukan di awal pagi atau sore menjelang buka puasa.

Untuk masyarakat umum juga sebaiknya memilih sore hari menjelang berbuka. Ketika dilakukan sore hari menjelang berbuka, energi yang cukup terkuras karena olahraga bisa cepat tergantikan.

Hal ini untuk menghindari puasa menjadi makruh karena merasa kelelahan sehingga tubuh menjadi lemas usai berolahraga. “Alangkah tidak bagus ketika olahraga siang hari, karena otomatis langsung dehidrasi sementara waktu buka masih lama sekali,” terangnya.

Kegiatan olahraga juga bisa dilakukan di pagi hari usai salat subuh karena saat itu baru saja tubuh menyuplai makanan sehingga energimasih cukup banyak. Namun, pastikan olahraga yang dilakukan tidak terlalu berat. Pilih olahraga ringan seperti joging, bersepeda, senam, renang, ataupun yoga sehingga energi tidak terlalu banyak terkuras. Lakukan olahraga selama 15 untuk mendapatkan hasil efektif.

Pastikan juga cairan tidak kurang sehingga tidak menyebabkan dehidrasi. Konsumsi makanan bergizi saat sahur dengan kecukupan protein, vitamin, mineral, dan karbohidrat.

Sebaiknya tidak melakukan olahraga malam hari setelah tarawih. Hal ini karena tubuh telah lelah menjalani aktivitas seharian dan beribadah. Usahakan tubuh juga tetap beristirahat cukup sebelum berolahraga karena jika tidak, maka seseorang akan cepat merasa lelah.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Dr Andi Asrina SKM MKes menuturkan, olahraga menjadi salah satu hal penting untuk dilakukan agar tubuh menjadi tetap bugar. Bisa dilakukan pagi atau pun sore hari. Sebaiknya perhatikan juga agar sebelum berolahraga kecukupan nutrisi juga baik sehingga tubuh tidak mudah lelah. (ind/dni/aci)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...