Soal Pencabutan Gelar Guru Besar Amien Rais, Begini Tanggapan Menristekdikti


FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Kabar pencabutan gelar guru besar untuk Amien Rais oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) menuai polemik. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meluruskan kabar tersebut.Nasir menjelaskan, sebelumnya Amien Rais mendapatkan gelar guru besar atau profesor ketika menjadi dosen dan berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di UGM. Tetapi, kemudian Amien Rais mundur sebagai ASN atau PNS karena aktif di politik. Tepatnya adalah ketika dia menjadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sejak 1998 lalu.Nasir juga menegaskan, sesuai dengan ketentuan undang-undang maka setiap PNS yang terlibat dalam politik praktis harus mundur sebagai PNS. Nah karena sudah mundur sebagai PNS, maka otomatis gelar guru besar Amien Rais ikut dicopot.“Guru besar itu adalah jabatan fungsional. Ketika sudah tidak jadi dosen maka gelar guru besar dicopot,” kata Nasir usai Dialog Kebangsaan di Kemenristekdikti Jakarta (27/5).Mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu juga mengatakan, dosen yang sudah pensiun sejatinya juga tidak lagi menyandang gelar jabatan fungsional profesor atau guru besar. Bahkan, dia mencontohkan dirinya sendiri saat ini, terlepas untuk sementara sebagai guru besar Undip. Sebab menjabat sebagai menteri.Termasuk, lanjutnya, kepada para direktur jenderal (dirjen) di Kemenrsitekdikti yang banyak dosen bergelar profesor, Nasir mengatakan untuk sementara gelar tersebut ditanggalkan. “Jadi saya menyapanya Pak. Bukan lagi prof,” tuturnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar