Suara Jeblok di Pileg 2019, Airlangga Didesak Mundur


FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Gerakan untuk melakukan percepatan Munas Partai Golongan Karya (Golkar) terus mengemuka. Gerakan itu bahkan menyuarakan agar Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartanto dan Sekjen Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus.Konon, 25 DPD I Golkar sudah melakukan konsolidasi untuk menentukan langkah percepatan ini. Elite Golkar menilai, kedua tokoh penting Golkar saat ini gagal memimpin partai sehingga kalah bersaing dalam perolehan suara di pileg 2019.Salah seorang inisiator percepatan Munas Golkar, Azis Samual menilai Ketum Golkar dan Sekjen Golkar adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas capaian partai ini di pemilu 2019.Azis mendesak agar Ketua Umum, Airlangga Hartarto dan Sekjen, Lodewijk Freidrich Paulus bertanggung jawab dan mundur dari jabatannya. Tuntutan itu mengemuka setelah Golkar hanya meraih 85 kursi.“Target di awal, Golkar harus mencapai 110 kursi di DPR RI. Tapi ini jauh, kami juga hanya duduk di posisi ketiga, ini taksemestinya terjadi, artinya Airlangga sebagai Ketua Umum gagal, sudah sepatutnya bertanggung jawab, dan harus mundur,” ungkapnya.Sesuai hasil rekapitulasi Pemilu 2019 Partai Golkar hanya ada di posisi ketiga dengan raupan 12,31 persen atau setara 17.229.789 suara.“Targetnya 18 persen, ini malah berkurang dan jauh dari target. Sudah jelas gagal total Airlangga dan Sekjennya,” tandasnya.Azis juga tak habis pikir, suara yang didapatkan Golkar ternyata bukan karena kemampuan Ketum dan Sekjen mengkonsolidir partai. Tapi, karena perjuangan caleg-caleg incumbent.

Percepatan Munas Golkar, Konon 25 DPD Sudah Konsolidasi

“Ketum dan Sekjen tak bisa membuat roda partai berjalan baik. 85 kursi yang didapatkan karena perjuangan para Caleg incumbent, sementara Ketum dan Sekjen tak bisa membuat suara partai bertambah,” katanya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar