Desakan Mundur Airlangga, Ini Respons DPP Golkar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Ketua Korbid Hankam, Hukum dan Ham, DPP Golkar, Happy Bone Zulkarnain angkat bicara menanggapi kabar adanya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar yang menginginkan pergantian ketua umum.

Dia mengaku tidak menemukan komplain dari 25 DPD I yang meminta ketua umum Golkar mundur karena dinilai gagal dalam mencapai target pada pemilu 2019.

“Ini menjawab pernyataan Aziz Samual (politikus Golkar) yang sebelumnya menyatakan sebanyak 25 DPD I Partai Golkar mengehendaki percepatan Munas Golkar,” ujar Happy di DPP Golkar Jakarta, Selasa (28/5).

Sebaliknya, menurut dia, DPD I justru mengapresiasi Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto karena sudah mendorong kader berjuang di dapilnya masing-masing. Misalnya dari DPD Jabar yang menyampaikan bahwa Airlangga Hartarto telah menyelamatkan Golkar dari keterpurukan. Kemudian DPD Jawa Timur, Zainudin Amali ikut mengapresiasi Airlangga yang sudah berhasil memompa semangat kader k berjuang dalam pemilu serentak kemarin. “Ditambah lagi dari beberapa DPD Golkar lain, seperti Sultra, NTT, dan lain-lain,” terang Happy.

Tidak hanya itu, lanjut dia, Ormas pendiri Golkar seperti MKGR melalui Ketua umumnya, Roem Kono dan Ketum Kosgoro 1957, Agung Laksono juga mengimbau tetap menjaga soliditas mendukung dan mengapresiasi kepemimpinan Airlangga Hartarto di Partai Golkar.

“Demikian juga Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) yang merasa berhasil mengantarkan 19 kader perempuan terbaik duduk di senayan pada Pileg 2019. Ini merupakan bagian dari support kerja keras DPP yang cukup signifikan,” katanya.

Karena itu, dia mengaku tidak sependapat bahwa Ketua Umum Airlangga gagal memimpin Golkar dalam pemilu 2019. Alasannya, menurut Happy, pertama, Airlangga menjadi ketua umum ketika Golkar sedang diterpa “badai” dahsyat sekali. Bahkan beberapa lembaga survei menilai elektabilitas Golkar hanya diangka 6-7 persen.

“Maka keberhasilan perolehan peringkat kedua setelah PDIP dengan jumlah 85 kursi atau berada dikisaran 14,78 persen, seharusnya kita lebih fair dan jernih dalam menilai bahwa itu merupakan prestasi, mengingat pencapaian itu sudah jauh melewati penilaian lembaga-lembaga survey di kala itu,” ungkapnya.

“Kedua, baru pertama dalam sejarah Golkar pasca reformasi berhasil mengusung capres dan wapres menjadi pemenang pemilu dibawah kepemimpinan Airlangga Hartarto,” sambungnya.

Politikus PAN Kritik Tim Hukum Prabowo-Sandi

Pencapaian Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga itu dinilai menunjukkan semangat kerja kader dan mesin partai yang solid dan efektif. Bahkan di tengah kondisi partai yang beberapa tokohnya di level nasional dan daerah tertimpa berbagai kasus hukum dengan KPK.

Happy pun mengajak kader-kader partai Golkar menyikapi fenomena pasca pemilu serentak ini sebagai momentum untuk membangun soliditas agar Golkar semakin eksis dan menjadi barometer politik nasional. “Kita harus fokus menatap ke depan dengan modal yang ada sekarang untuk memenangkan suara rakyat di tahun 2024,” pungkasnya. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...