Desakan Mundur Airlangga, Ini Respons DPP Golkar

Selasa, 28 Mei 2019 12:39

“Demikian juga Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) yang merasa berhasil mengantarkan 19 kader perempuan terbaik duduk di senayan pada Pileg 2019. Ini merupakan bagian dari support kerja keras DPP yang cukup signifikan,” katanya.Karena itu, dia mengaku tidak sependapat bahwa Ketua Umum Airlangga gagal memimpin Golkar dalam pemilu 2019. Alasannya, menurut Happy, pertama, Airlangga menjadi ketua umum ketika Golkar sedang diterpa “badai” dahsyat sekali. Bahkan beberapa lembaga survei menilai elektabilitas Golkar hanya diangka 6-7 persen.“Maka keberhasilan perolehan peringkat kedua setelah PDIP dengan jumlah 85 kursi atau berada dikisaran 14,78 persen, seharusnya kita lebih fair dan jernih dalam menilai bahwa itu merupakan prestasi, mengingat pencapaian itu sudah jauh melewati penilaian lembaga-lembaga survey di kala itu,” ungkapnya.“Kedua, baru pertama dalam sejarah Golkar pasca reformasi berhasil mengusung capres dan wapres menjadi pemenang pemilu dibawah kepemimpinan Airlangga Hartarto,” sambungnya.

Politikus PAN Kritik Tim Hukum Prabowo-Sandi

Pencapaian Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga itu dinilai menunjukkan semangat kerja kader dan mesin partai yang solid dan efektif. Bahkan di tengah kondisi partai yang beberapa tokohnya di level nasional dan daerah tertimpa berbagai kasus hukum dengan KPK.

Bagikan berita ini:
5
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar