Menjadi Capit


Filosofinya menurut beliau adalah belajar untuk tidak menjadi seperti watak kepiting. Kita jangan mudah terjebak dengan umpan kehidupan. Banyak orang yang begitu mudahnya tersulut emosi saat diumpan dengan provokasi.Banyak yang begitu mudahnya bereaksi terhadap situasi yang tidak berkenaan di sekitarnya dengan cara yang berlebihan tanpa kontrol. Banyak yang tiba-tiba tersulut kemarahan terhadap berita yang kurang berkenaan yang sampai pada dirinya, dan menjepitlah kemarahan itu tanpa ingin menundanya sesaat untuk mengecek kebenarannya. Atau paling tidak memikirkan sesaat akan efek buruk dari kemarahannya.Yang terjadi mereka terjerumus ke dalam sangkar jebakan; hatinya sakit, jiwanya meronta, psikisnya labil, fisiknya terkungkung, dan silaturrahimnya terkoyak. Yah, sekali lagi mari belajar dari perilaku kepiting. Kepiting cocoknya memang dimakan, bukan diikuti perilaku emosi destruktinya. (*)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...