Mustofa Tersangka Hoaks, Polri: Tak Terkait Politik

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Tersangka penyebar berita bohong alias hoaks yang juga anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya telah diingatkan jajaran kepolisian sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Polri sudah berbicara secara langsung terkait dampak hoaks dengan Mustofa.

“MN (Mustofa Nahrawardaya) ini sudah kita undang, kita panggil ke kantor Ditsiber untuk diajak berkomunikasi dampak negatif apabila anda melakukan sebaran itu, namun ternyata yang kita sampaikan tidak membekas,” kata Wakil Direktur Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/5).

Ricky menuturkan, Mustofa merupakan orang yang faham tentang penyebaran isu hoaks. Terlebih Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait aturan informasi hoaks tersebut.

Langkah Polri menetapkan Mustofa sebagai tersangka murni kasus hukum. Oleh karena itu, Ricky membantah kasus yang menjerat Mustofa tidak ada kaitannya dengan unsur politik.

“Bukan tiba-tiba MN (Mustofa Nahrawardaya) ditangkap, kita sudah melakukan upaya-upaya yang mencegah melakukan keresahan di masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetya menyatakan, penetapan tersangka Mustofa sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP). Dia menyebut, bukan kali ini saja Mustofa menyebarkan hoaks.

“Penegakan hukum harus dilakukan karena untuk melindungi masyarakat juga,” ucap Dedi.

Oleh karena itu, jejak digital bisa menjadi bukti bahwa Mustofa telah meresahkan masyarakat terkait hoaks yang disebarkan melalui medsos. “Jejak digital bisa menjadi alat bukti dan kita punya lab for digital dan tidak kalah dengan FBI standarnya, sama standar internasional,” pungkas Dedi.

Hanya Beberapa Jam Remaja Putri di Rumah Pria Ini, Terjadi 3 Kali

Sebelumnya, Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya disebut diamankan oleh pihak kepolisian. Mustofa diamankan aparat kepolisian karena diduga menyebarkan konten ujaran kebencian atau berita bohong di media sosial terkait aksi 22 Mei.

Mustofa diamankan berdasar laporan polisi LP/B/0507/V/2019/BARESKRIM, tanggal 25 Mei 2019. Anggota Dewan Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu lewat akun Twitternya diduga telah memposting ujaran kebencian atau berita bohong terkait video pengereyokan seseorang hingga tewas yang diduga dilakukan oleh personel Polri.

Mustofa dijerat melanggar Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang 19 tahun 2016 dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...