Promo Jorjoran Jadi Predator Driver Ojol


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Promo ojek online yang jor-joran menurut para driver lebih baik dihapuskan karena dapat menjadi predator bagi mereka sebagai mitra perusahaan penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi tersebut.“Oke, dari sisi konsumen itu sangat membantu. Tapi dari segi driver, ini kebijakan yang tidak produktif. Promo Grab itu besar-besaran. Bagi konsumen sangat menguntungkan. Contohnya OVO. Ini mematikan kami yang memakai aplikasi Gojek,” kata Muhammad Rahman Tohir Ketua Forum Komunikasi Driver Ojek Online.Para driver, menurut dia, sebelumnya sudah cukup bahagia dengan adanya regulasi ojek online yang mengatur tentang tarif batas bawah dan batas atas. Hanya saja, lanjut dia, hingga kini belum menjadi solusi karena masih adanya persoalan promo yang jor-joran.“Seperti dalam kasus Grab itu, dampak bagi kami selaku driver ojek online itu sangat terasa, driver gojek sepi penumpang. Karena semua konsumen pada naik Grab,” kata dia.Untuk mengatasi persoalan ini, pihaknya berharap pemerintah turun tangan dalam mengatur soal tarif itu hingga batasan promo yang diberlakukan.Aksi promo jor-joran, menurut Ardito Bhinadi Ketua Pusat Studi Ekonomi dan Industri Skala Kecil, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPN Veteran Yogyakarta, harus dilarang di Indonesia, karena melanggar keadilan dan keseimbangan pasar dan berpotensi memicu persaingan usaha yang tidak sehat.“KPPU seharusnya cepat bertindak jika memang terbukti ada perusahaan ojol melakukan strategi predatory pricing, sanksinya jangan hanya berupa denda yang ringan.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...