Kembangkan Sayap, Zarindah Sasar Parepare

Rabu, 29 Mei 2019 - 21:54 WIB
Owner Zarindah Group, M Sadiq (baju kotak-kotak) bersama Kepala Cabang Bank Sulselbar Parepare, A Dhamis M Hamid menyaksikan penandatanganan akad kredit massal Perumahan Bumi Zarindah Lompoe. (FOTO SUARDI/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, PAREPARE — PT Zarindah Perdana terus mengembangkan sayapnya di bidang properti perumahan. Bisnis ini, dinilai punya prospek yang baik. Khususnya di Parepare.

PT Zarindah Perdana sendiri, bahkan sudah melakukan akad kredit massal perumahan baru mereka, di Parepare, Senin, 27 Mei yang disaksikan langsung pihak Bank Sulselbar. Berlangsung di Hotel Grand Kartika.

Perumahan yang diakad massalkan ini khusus untuk Perumahan Bumi Zarindah yang terletak di Lompoe, Parepare yang kini sudah dibangun puluhan rumah subsidi.

Owner Zarindah Group, M Sadiq berharap, Perumahan Bumi Zarindah yang ada di Lompoe, Parepare ini, bisa memberikan kenyamanan bagi para usernya. Begitu pula dengan kemudahan untuk memiliki rumah di. perumahan ini.

“Pelayanan adalah nomor satu bagi kami di Zarindah Group. Kalau bisa dipermudah memiliki rumah, kenapa tidak,” ucapnya, Rabu (29/5/2019).

Berdiri di atas lahan kurang lebih 1,5 hektare. Perumahan yang hadir kurang dari dua tahun ini, kini sudah puluhan dari ratusan unit rumah subsidi yang dibangun sudah diteken user.

“Sudah ada 50 lebih diantaranya sudah akad. Kita pastinya akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pembeli,” janji pria yang juga adalah Ketua DPD REI Sulsel ini.

Kepala Cabang Bank Sulselbar Parepare, A Dhamis M Hamid, menilai hadirnya Zarindah Group merupakan angin segar bagi perkembangan bisnis properti di Parepare. Apalagi, Zarindah sejauh ini memang dikenal punya komitmen membangun sesuai dengan prosedur.

“Hadirnya Zarindah Group di Parepare ini sungguh luar biasa. Bayangkan saja, dalam kurung waktu Maret-Mei ini sudah ada 60 unit terjual,” sanjungnya.

Bahkan, kata A Dhamis, pihaknya sudah berulang kali meminta agar kuota ditambahkan, sebab kuota yang disediakan saat ini masih kurang. Sementara, peminat rumah khususnya subsidi cukup tinggi.

“Kita sudah berulang kali minta agar kuota perumahan ditambah. Bahkan, kalau tak salah sudah tiga kali,” bebernya. (sua)