Kivlan Siap Mental Ditahan dalam Kasus Makar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA--Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri. Dia akan diperiksa kedua kalinya sebagai tersangka dalam perkara dugaan makar.

Ditemui sebelum menjalani pemeriksaan, Kivlan mengatakan sudah siap menghadapi segala kemungkinan hukum yang bisa menimpa dirinya. Termasuk apabila dia harus ditahan Bareskrim Polri.

“Udah siap (ditahan). Kan kita semua serahkan kepada penyidik dan negara. Menurut terminologi negara saya begini, harus begini,” ujar Kivlan di Bareskrim Polri Jalan Trunonjoyo Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (29/5).

“Itu kan haknya penyidik, kita nggak ada masalah. Kita serahkan sama penyidik, umpamanya dilanjutkan dengan cara pemeriksaan saya di luar atau saya di dalam saya terima,” imbuhnya.

Di tempat sama, pengacara Kivlan, Djuju Purwantoro mengatakan, penjeratan pidana makar kepada kliennya dianggap tidak relevan. Sebab di dalamnya tidak ada unsur-unsur yang memenuhi definisi makar.

Selain itu, perbuatan Kivlan juga tidak ada yang mengarah kepada upaya penggulingan pemerintah. Bahkan tidak ada kegiatan seperti rapat-rapat untuk merencanakan strategi melakukan makar.

Airlangga Didesak Mundur, Ketua DPD Ini Justru Memuji

“Sangkaan kepada bapak Kivlan ini adalah perbuatan makar sesuai yang diatur di pasal 107 atau 110 di KUHP, itu kan kami melihat itu terlalu tendensius, terlalu mengada-ada,” kata Djuju.

Kata mendiskualifikasi yang disampaikan kliennya pun dianggap Djuju tidak memenuhi unsur makar. Karena dalam aturan memang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sesuai peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), berhak mendiskualifikasi salah satu calon apabila ditemukan prosedur ilegal serta ditemukan hal-hal yang melanggar hukum.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...