Laporan Kecurangan UN 2019 Meningkat


“Untuk pertama kalinya, Kemendikbud memberikan nilai nol bagi peserta didik yang terbukti melakukan pelanggaran,” sambungnya.Namun di sisi lain, capaian Ujian Nasional (UN) 2019 pada Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS) secara keseluruhan mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.”Tren rerata kenaikan nilai murni di SMP negeri sebanyak 1,67 poin, sedangkan SMP swasta sebanyak 2,11 poin. Kemudian MTs negeri sebanyak 1,58 poin, sedangkan MTs swasta sebanyak 1,34 poin,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Totok Suprayitno.Totok menyebutkan, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP/MTS mencapai 83 persen dari 3,58 juta peserta dan 43.833 sekolah. Pada tahun 2019, tujuh provinsi telah menyelenggarakan UNBK jenjang SMP 100 persen”Sebanyak 22 provinsi menyelenggarakan UNBK jenjang MTs 100 persen, sedangkan ujian paket B terselenggara UNBK 100 persen di 33 provinsi. Kenaikan nilai tertinggi terjadi pada mata pelajaran Matematika,” terangnya.Ia menambahkan, adapun koreksi atau penurunan nilai terjadi pada sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) pada tahun 2018 dengan indeks integritas ujian nasional (IIUN) rendah yang kemudian beralih menjadi sekolah penyelenggara UNBK di tahun 2019.”Sekolah-sekolah yang IIUN rendah tersebut terkoreksi nilainya hingga 12,20 poin. Namun, sekolah-sekolah UNKP dengan IIUN tinggi meningkat sebesar 0.31 poin,” pungkasnya. (der/fin)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...