Manuver Zero Gravity, Kemenhub Cabut Izin Single Engine Capt Vincent Raditya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah memanggil Capt. Vincent Raditya, untuk menghadiri rapat pembahasan indikasi pelanggaran yang dilakukannya saat mengoperasikan pesawat Cessna 172 registrasi PK-SUY, yang diposting di YouTube.

Dari hasil rekaman terlihat Capt. Vincent Raditya pada saat mengoperasikan pesawat terbang melakukan beberapa kesalahan, yaitu membawa penumpang duduk di samping pilot (hot seat).

Kemudian baik pilot maupun penumpang, tidak menggunakan shoulder harness sesuai ketentuan CASR 91.105 dan CASR 91.107.

Selain itu Capt. Vincent Raditya juga memberikan kendali terbang kepada orang yang tidak berwenang, dan dengan sengaja melakukan manuver zero gravity (G Force) kepada penumpang umum, padahal dia bukan pemegang otorisasi flight instructor.

Ingin Mudik Naik Motor? Perhatikan 8 Persiapan Ini agar Nyaman dan Aman di Jalan

“Manuver zero gravity (G Force) bukan manuver yang normal atau lazim dilakukan dalam penerbangan sipil, karena manuver tersebut bisa menimbulkan ketidaknyamanan pada penumpang, membahayakan, dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti.

Pasalnya, manuver tersebut bila dilakukan seseorang yang tidak menguasai dengan baik aspek-aspek terbang aerobatik dan batasan performance pesawat terbang, bisa membuat pesawat terbang mengalami stress berlebih pada airframe atau flight control karena overload.

Karena itu, pihaknya telah mengambil langkah terkait indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh Capt. Vincent Raditya.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengambil tindakan tegas dengan mengambil langkah Cancellation Single Engine Land Class Rating didalam ATPL 6702 atas nama Capt. Vincent Raditya,” jelas Polana.

Barang Bukti Kejaksaan, Kapal Senilai Rp40 Miliar Dicuri?

Meski begitu, Ditjen Hubud akan memberikan kesempatan kepada Capt. Vincent Raditya apabila menginginkan kembali kemampuan Single Engine Land Class Rating, maka bisa mengajukan kembali sesuai ketentuan CASR Part 61.

Langkah ini diambil oleh Ditjen Hubud, untuk mengingatkan kepada para operator penerbangan, bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan adalah prioritas utama.

“Kami mengimbau kepada seluruh penerbang pesawat udara sipil untuk tidak melakukan aksi manuver zero gravity (G Force) kepada penumpang umum, karena bisa menimbulkan ketidaknyamanan pada penumpang, dan membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan,” tandas Polana.(jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...