Touring Hingga Kumpulkan Donasi Bantuan

Rabu, 29 Mei 2019 - 10:05 WIB

Punya visi dan misi menjadi contoh baik bagi komunitas motor lain.

DEWI SARTIKA MAHMUD
Kecamatan Rappocini

Hiruk pikuk kendaraan lalu lalang di jam ngabuburit. Maklum Ramadan, banyak yang kejar-kejaran memburu waktu.
Namun beberapa deretan motor gede berwarna-warni hanya terlihat diparkir rapi di pinggir jalan raya tersebut.

Ada baliho besar di sana, tertulis komunitas motor, Yamaha Lexi Riders Club (YLRC). Anggotanya lumayan, sekira 30-an orang.
Jika pecinta motor gede dominan laki-laki, tapi disana beberapa perempuan juga terlihat.

Komunitas ini berkumpul tepat di depan MTsn Model Makassar, Jl AP Pettarani. Titik kumpul mereka. Tak sekadar berkumpul, namun ada misi yang harus mereka tuntaskan hari itu.

Sore itu, Minggu, 26 Mei waktu menunjukan pukul 16.00 wita. Rupanya semua anggota komunitas sudah lengkap, dengan motornya masing-masing serta atribut safety untuk berkendara dikenakan.

Tak ketinggalan beberapa kardus mie instan, karung beras dan kantongan berisikan sembako ditempatkan di masing-masing motor anggota. Semuanya sudah siap diangkut dan dibagikan.

“Sembako ini akan kita dibagikan dan dibawa untuk anak yatim di Panti Asuhan Al Mukarramah Jalan Mustafa Daeng Bunga di Kabupaten Gowa,” tutur Salah seorang perempuan yang juga anggota Komunitas YLRC, Hardila Azis.

Mereka mulai melajukan motornya, tertib. Setiba di sana, sembari membagikan sembako kepada anak panti, komunitas YLRC juga menghampiri rumah seorang warga di daerah tersebut.

“Namanya Takdir yang saat ini tengah terkena penyakit yang membuat seluruh badannya bersisik dan bengkak,”ucap Dila sapaan Hardila Azis dengan mata berkaca-kaca. “Kami dapat info ini dari anak-anak komunitas, kami tergugah hingga berusaha mengumpulkan santunan untuk beliau,”lanjutnya.

Mereka juga mengadakan kegiatan sosial yang positif untuk masyarakat. Ada kegiatan bakti sosial membagikan paket sembako saat ramadan, serta memberi edukasi safety riding.

“Baru-baru ini kita ikut event motor Yamaha di beberapa sekolah Sma di Makassar, disana kita terlibat memberi pendidikan pelatihan Safety riding untuk anak sekolah,”ucap Dila.

Namun, sebelum mengadakan kegiatan. Komunitas ini terlebih dahulu mengadakan kumpul yang disebut Kopi Darat (Kopdar).

Biasanya digunakan para biker berkumpul, membicarakan rencana atau program yang akan dilakukan kedepannya bersama club atau komunitas mereka.

Kopdar ini di Sabtu malam, dengan memajang motor di pinggir jalan atau titik kumpul dan memasang bener (spanduk) logo dari club atau komunitas mereka. “Kopdar ini bersifat wajib bagi setiap member dan semua harus datang,”ucap Dila.

Kecintaan terhadap komunitas tak hanya dilakukan oleh Dila. Namun bagi Sekertaris Komunitas YLRC, Amiruddin ia rela menyempatkan waktunya untuk mengikutisemua kegiatan di komunitas ini.

Pria yang bekerja di salah satu provider telefon seluler ini mengaku dalam waktu dekat ini, mereka akan melakukan perjalanan touring usai lebaran. Ini sekalian silaturahmi ke rumah-rumah anggota komunitas di kampung. “Kami touringnya baru seputaran daerah yang ada di Sulsel,”tutur Amir.

Bagi Amir, selama bergabung di komunitas, ia mendapat banyak hal positif. Mengerti apa artinya memanfaatkan waktu dengan baik, mengerti bagaimana peka terhadap situasi dan mengerti bagaimana membuka mata hati untuk berbagi.

Harapan komunitas ini tak muluk-muluk, mereka mau jadi panutan anak motor lain. Tak hanya mau dikenal karena touringnya, tetapi lewat prestasi dan kegiatan positif. Bukan sebagai anak motor yang ugal-ugalan.(*)