8 Orang Tewas Tertembak Saat Aksi 21-22 Mei, Diduga Bukan Dilakukan Polisi


FAJAR.CO.ID–kerusuhan aksi 21-22 Mei di sejumlah ruas jalan di ibu kota, delapan orang dinyatakan meninggal dunia. Mereka disebut-sebut meninggal akibat luka tembak.Peneliti dari ‎Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hermawan Sulistyo menduga, kedelapan orang yang meninggal dunia diduga akibat, ditembak bukan oleh aparat kepolisian. Dia menengarai ulah itu dilakukan oleh oknum yang sengaja ingin menciptakan kegaduhan.“Jadi, bukan polisi kalau menurut saya. Kalau polisi menembak, apa untungnya buat polisi? Rugi semua,” ujar Hermawan saat ditemui di Kantor DPP PSI, Jakarta, Rabu (29/5) malam.Hermawan mengatakan, oknum tersebut sengaja menyamar di tengah-tengah kerumunan massa. Selain itu, dugaan lainnya yaitu pelaku penembakan adalah orang yang terlatih.Karena dia mendapatkan informasi korban yang meninggal terkena tembakan di bagian leher serta dada. Sementara apabila pihak kepolsian yang melakukan penembakan pada saat ‎kerusuhan tersebut dipastikan tidak menyasar leher maupun dada.‎”Jadi, memang ada unsur kesengajaan melihat titik sasaran penembakan di tempat yang sama,” katanya.Selain itu, jenis senjata api yang digunakan oknum untuk menembak bukanlah yang sering dipakai oleh penembak jitu. Dia menduga oknum menggunakan pistol dengan jenis Glock.“Kalau sniper polisi kan pelurunya itu besar. Jadi, kalau dituduh aparat yang menembak, enggak masuk akal saya,” ungkapnya.Terpisah, ‎Direktur Imparsial Al Araf menduga aksi 21-22 Mei memang merupakan upaya makar atau menggulingkan pemerintahan yang sah. Namun makar itu tidak berhasil dilakukan.

Komentar

Loading...